Wakil Menteri Keuangan Juda Agung resmi mulai menjalankan tugasnya usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/2). Juda mengaku akan fokus memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Pelantikan ini menandai perpindahan tugas Juda dari Bank Indonesia ke Kementerian Keuangan. Meski demikian, ia menilai adaptasi di lingkungan baru tidak menjadi kendala besar, mengingat hubungan kerja dan koordinasi yang telah terjalin sejak lama dengan jajaran Kemenkeu.
“Saya baru saja dilantik oleh Bapak Presiden menjadi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Tentu saja pindah dari Thamrin (Bank Indonesia) ke Lapangan Banteng (Kementerian Keuangan), sesuatu yang baru bagi saya,” kata Juda di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (5/2).
Menurutnya, banyak pejabat di Kementerian Keuangan yang sudah dikenal baik, bahkan sejak ia masih berada di level jabatan struktural menengah. Pengalaman tersebut membuatnya merasa siap mengemban amanah baru di otoritas fiskal.
“Tetapi sebenarnya kalau melihat wajah-wajah dari Eselon I, Eselon II ini yang wajah-wajah familiar bagi saya. Karena sejak saya mungkin di Eselon III, Eselon IV itu saya sudah sering koordinasi dengan kawan-kawan di Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Juda menekankan, isu-isu strategis seperti koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) hingga sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter sudah menjadi bagian dari pekerjaannya selama ini. Karena itu, ia merasa tidak asing dengan peran barunya di Kemenkeu.
“Bukan hal yang baru bagi saya ya, Bidang koordinasi KSSK, fiskal moneter, itu sudah biasa Jadi saya merasa nyaman lah untuk otoritas fiskal bukan hal yang baru,” lanjutnya.
Juda menegaskan penguatan sinergi fiskal dan moneter merupakan arahan langsung Presiden Prabowo. Koordinasi yang erat dinilai krusial untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, tanpa mengabaikan stabilitas makroekonomi nasional.
“Yang kedua tentu saja, saya dari Bank Indonesia kemudian ke sini saya kira koordinasi sinergi antara fiskal dan monitor Insya Allah akan semakin baik, semakin erat,” ucapnya.
Ia menyebut Prabowo menekankan pentingnya keseimbangan antara upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas, termasuk disiplin fiskal di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
“Waktu saya bertemu beliau arahnya adalah fiskal moneter harus terkoordinasi dengan baik untuk mencapai target-target pertumbuhan dan at the same time tentu saja pada saat ini kita harus menjaga stabilitas makroekonomi Termasuk stabilitas dari fiskal,” tegas Juda.
Juda mengaku antusias memulai tugas di Kementerian Keuangan dan mengapresiasi sambutan jajaran internal Kemenkeu. Ia menilai soliditas organisasi menjadi modal penting dalam menjalankan kebijakan ke depan.
“Mungkin intinya itu dari saya, saya tentu saja sangat gembira sudah disambut oleh teman-teman dari Keuangan,” pungkasnya.



