Juda Agung Jadi Wamenkeu, Bakal Ambil Peran dalam Reformasi Pasar Saham

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Purbaya menyebut Wamenkeu Juda Agung bakal mengambil peran dalam reformasi pasar saham.

Juda Agung Jadi Wamenkeu, Bakal Ambil Peran dalam Reformasi Pasar Saham. (Foto: Anggie Ariesta/iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan reformasi tata kelola pasar saham di Indonesia menjadi satu di antara tugas Juda Agung yang baru dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).

Purbaya meyakini tugas menjaga integritas BEI dan OJK dapat diemban Juda, seiring mantan pejabat perbankan itu yang sempat berstatus Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-officio BI. 

Baca Juga:
Juda Agung Resmi Jadi Wamenkeu, Siap Sinergikan Kebijakan Fiskal-Moneter

"Juda akan mempelajari bursa dan mengamati terus dari waktu ke waktu. Dia juga akan menjadi Ex-officio DK (Dewan Komisioner) kami di OJK," kata Purbaya saat ditemui di Istana Negara, Kamis (5/2/2026).

"Ya nanti pasti ada handing over (serah terima) ya untuk memastikan integritas pasar terjaga dengan baik, praktik bisnis yang baik akan dijalankan oleh bursa maupun OJK dalam fungsi pengawasan," imbuhnya.

Baca Juga:
Purbaya Soal Jabatan Juda Agung dan Thomas Djiwandono: Bukan Tukar Guling, Kebetulan Saja

Sebelumnya, Juda Agung resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamenkeu. Dia memulai hari pertamanya dengan agenda perkenalan di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (5/2/2026) sore.

Dalam sambutannya, mantan petinggi Bank Indonesia itu menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter sebagai mandat utama dari Kepala Negara.

Baca Juga:
Juda Agung Resmi Jadi Wamenkeu, Siap Sinergikan Kebijakan Fiskal-Moneter

"Arahnya intinya adalah bahwa fiskal moneter harus berkoordinasi bersinergi dengan baik untuk mencapai target-target pertumbuhan dan tentu saja juga, pada saat ini kita harus menjaga stabilitas makroekonomi, termasuk stabilitas dan fiskal. Mungkin intinya itu dari saya," kata dia.

Adapun soal reformasi bursa, ini tak terlepas dari laporan MSCI yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sentimen ini muncul kendati terdapat perbaikan minor pada data free float dari BEI.

Menurut MSCI, persoalan mendasar menyoal keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham. Sejalan itu, MSCI menyoroti potensi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar. 

Atas dasar itu, MSCI menganggap perlu adanya informasi kepemilikan saham yang lebih rinci dan dapat diandalkan demi mendukung penilaian free float. Akibatnya, IHSG terkena trading halt secara beruntun.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menkes Update Pembangunan 66 RSUD di Daerah Terpencil: 16 Selesai Akhir Februari
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Izin Pengelola Kebun Binatang Bandung Dicabut, Kemenhut Pastikan Lindungi Satwa
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Jefferson Carioca Jadi Amunisi Baru Persis Solo, Siap Bantu Laskar Sambernyawa Bangkit
• 1 jam lalumerahputih.com
thumb
Zodiak Tidak Punya Masalah Keuangan: Virgo Panen Rezeki, Scorpio Dompet Tebal
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
Seskab Teddy: Iuran Board of Peace Tak Wajib, Indonesia Belum Bayar
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.