Chat Jurist Tan-Fiona di Awal Nadiem Jadi Menteri, Singgung Windows Vs Chromebook

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Eks Staf Khusus Mendikbudristek Nadiem Makarim, Jurist Tan dan Fiona Handayani pernah menyinggung soal perbandingan antara Windows dan Chromebook melalui percakapan chat Whatsapp (WA).

Hal ini terungkap ketika berita acara pemeriksaan (BAP) Fiona dibacakan dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook untuk Mulyatsyah, Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020–2021 sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA); dan Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek tahun 2020–2021 yang juga menjabat sebagai KPA.

BAP ini tertanggal 13 Juni 2025, tapi tidak disebutkan kapan percakapan ini dilaksanakan.

Berdasarkan alur pemeriksaan dalam sidang, percakapan ini diperkirakan terjadi sekitar Januari 2020, ketika Nadiem baru menjabat dan pengadaan belum dilaksanakan.

Baca juga: Eks Pejabat Kemendikbud Sebut Jurist Tan dan Fiona Stafsus Nadiem yang Paling Dihindari

“Di BAP tanggal 13 Juni (2025, saat penyidikan) nomor lima. Di foto pertama dan kedua, ada chat dari Jurist Tan. Aku bacakan ya. ‘Hai Fi, MM (Mas Menteri, Nadiem) minta boleh enggak ada brief description tentang sesi TIK nanti,” ujar salah satu penasehat hukum terdakwa Sri, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Menanggapi chat dari Jurist Tan, Fiona menuliskan brief atau penjelasan singkat yang diminta Nadiem di dalam grup WA Mas Menteri Core Team.

"Hai Nadiem, yang meeting peralatan TIK yang butuh decision (keputusan). Ini poin pertama: Chromebook versus Windows. Ada concern terkait Chromebook, ini yang paling akan butuh spar (sparring, simulasi atau tandingan)” bunyi chat Fiona, dibacakan advokat.

"Yang kedua, prioritas laptop untuk SMP, SD, SMA, SMK. Rekomendasi untuk fokus ke SMP dulu, need approval (butuh persetujuan). Selanjutnya, jumlah laptop per sekolah, rekomendasi 15 unit per sekolah, based on bujet limitation, need approval (berbasis bujet terbatas, butuh persetujuan)” lanjut bunyi pesan itu.

Baca juga: Mulyatsyah Komplain Foto Jurist Tan dkk Muncul di Website Resmi Kemendikbudristek Era Nadiem

Atas tiga poin ini, sudah ada dua hal yang waktu itu, di tahap awal, disepakati, yaitu terkait prioritas laptop untuk setiap jenjang pendidikan dan jumlah laptop per sekolah.

Sementara, untuk Windows versus Chromebook belum diputuskan karena tim merasa perlu ada kajian lanjutan.

“Keputusannya untuk dua poin yang bawah, itu sudah disepakati. Jadi, sesuai dengan rekomendasi dari tim. Untuk yang Chromebook versus Windows, itu baru dikaji berimbang, tapi kesimpulannya adalah lakukan kajian lanjutan,” ujar Fiona.

Lalu, dalam Grup WA Mas Menteri Core Team, Nadiem sempat membalas chat dari Fiona yang meminta ada argumentasi baik dari sisi Chromebook dan Windows.

“Terus di sini Pak Nadiem bilang, ‘Oke, make sure both sides of argument of Chromebook versus PC is there ya," kata advokat, membacakan chat dari Nadiem.

Fiona mengatakan, ‘PC’ yang dimaksud dalam percakapan itu hanya salah tulis, seharusnya Windows.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Windows maksudnya. Jadi menurut saya itu typo saja,” kata Fiona.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KAI Siapkan Kereta Tambahan Hadapi Mudik Lebaran 2026, Catat Waktunya
• 3 jam laludisway.id
thumb
Ekonomi Sulsel Tumbuh, Lapangan Kerja Susah
• 11 jam lalucelebesmedia.id
thumb
BPBD Prediksi Puncak Musim Hujan di DKI Jakarta pada Maret
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persib Bergerak Cepat! Datangkan Striker Spanyol Sergio Castel
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Impor Obat dan Alkes Picu Inflasi Medis, Bakal Tembus 10% di 2026
• 10 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.