Lawan PSBS Biak Jadi Barometer PSM Makassar Bertahan di Kasta Tertinggi: Mampukah Bersaing di Super League?

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — PSM Makassar dihadapkan pada ujian krusial saat menantang PSBS Biak pada pekan ke-20 Super League 2025/2026. Setelah tujuh laga beruntun tanpa kemenangan, duel ini menjadi titik balik yang menentukan nasib Juku Eja dalam perburuan bertahan di kasta tertinggi.

Pertandingan akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan kick-off Minggu (8/2/2026). Meski berstatus laga tandang, PSM justru berada dalam situasi yang relatif menguntungkan.

PSM Makassar diprediksi menjadikan laga ini sebagai ajang pelampiasan. Setidaknya ada tiga faktor yang membuat tim asuhan Tomas Trucha dijagokan mampu menyudahi perlawanan PSBS Biak.

Pertama, PSM unggul secara historis. Dalam tiga pertemuan terakhir, Juku Eja mencatat dua kemenangan dan satu hasil imbang atas PSBS Biak. Rekam jejak ini menjadi modal psikologis penting bagi Yuran Fernandes dan kawan-kawan.

Kedua, PSBS Biak tidak bermain di Papua. Klub berjuluk Badai Pasifik itu memilih bermarkas di Stadion Maguwoharjo sepanjang musim ini. Absennya dukungan penuh publik Papua diyakini mengurangi tekanan bagi PSM, sekaligus meredam atmosfer intimidatif yang biasanya menjadi kekuatan PSBS.

Tekanan kepada pemain PSM pun dinilai lebih ringan dibanding jika laga digelar di Biak.

Namun, performa PSM yang inkonsisten tetap menjadi catatan. Jurnalis olahraga senior Sulawesi Selatan, M. Dahlan Abubakar, menilai naik-turunnya performa PSM merupakan fenomena yang tak terhindarkan dalam dinamika sepak bola.

“Permainan sepak bola selalu merujuk pada bola bundar. Tidak selamanya menang, kadang kalah. Dalam satu musim, selalu ada tren naik dan turun,” ujar penulis buku 100 Tahun PSM itu kepada FAJAR, pekan lalu.

Dahlan juga menyoroti adaptasi pelatih anyar PSM yang belum menemukan komposisi ideal. Situasi semakin sulit dengan absennya pemain kunci akibat akumulasi kartu dan sanksi.

“Mungkin Tomas Trucha belum menemukan format yang pas. Hampir di setiap laga selalu ada pemain inti yang absen karena akumulasi kartu atau sanksi PSSI,” katanya.

Nada serupa disampaikan Syamsuddin Umar, mantan pelatih PSM Makassar. Ia menilai Juku Eja kehilangan identitas permainan yang sebelumnya dibangun Bernardo Tavares.

“PSM sebenarnya sudah punya kekuatan taktik, baik saat menyerang maupun bertahan. Itu dibentuk oleh Bernardo Tavares. Namun belakangan ini, identitas itu seolah hilang,” ujar Syamsuddin.

Menurutnya, pembenahan mental dan chemistry pemain menjadi pekerjaan rumah paling mendesak.

“PSM harus lebih siap dalam masa latihan. Mental pemain dan chemistry tim perlu diperkuat untuk menghidupkan kembali jiwa kompetitif,” tegasnya.

Ketiga, PSBS Biak tengah berada dalam situasi sulit. Klub promosi musim lalu itu dilanda masalah finansial serius. Hingga Februari 2026, PSBS Biak tercatat menerima enam sanksi dan masuk dalam FIFA Registration Ban.

Akibatnya, tim besutan Agung Sugeng tak mampu merekrut pemain baru di putaran kedua, saat klub-klub lain memperkuat skuad. Komposisi pemain PSBS pun tak mengalami perubahan.

Situasi tersebut menjadi momentum yang wajib dimaksimalkan PSM Makassar. Tiga poin sangat berarti bagi Juku Eja untuk menjauh dari zona degradasi. Saat ini, PSM berada di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan 20 poin.

Syamsuddin Umar berharap Tomas Trucha mampu menerjemahkan nilai siri’ na pacce dalam laga krusial ini.

“Militansi pemain sangat penting. Mereka harus menunjukkan arti dari siri’ na pacce di lapangan,” pungkasnya.

Laga melawan PSBS Biak bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah barometer: apakah PSM Makassar masih layak bersaing di Super League, atau terus terjerembap dalam pusaran papan bawah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Jalankan Gentengisasi Prabowo, Rusun dan Rumah Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Cak Imin Yakin Prabowo Sukses Pimpin RI hingga 10 Tahun ke Depan
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Kronologi BNN Gagalkan Peredaran 160 Kilogram Sabu di Aceh Timur
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
BPS: Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen Sepanjang 2025
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
6 Fakta Penemuan Ribuan Potongan Uang di Bekasi: Dari Lahan Milik Warga hingga Penelusuran BI
• 12 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.