Posisi Terbaik Eberechi Eze untuk Pastikan Tiket di Piala Dunia 2026

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Tri Cahyo Nugroho

TVRINewsLondon, Indonesia

Eberechi Eze banyak dimainkan pelatih Arsenal FC Mikel Arteta sebagai gelandang serang dan itu bisa menyulitkan Jude Bellingham di skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026.

Eberechi Oluchi Eze mampu cepat beradaptasi pada musim perdananya bersama Arsenal FC, pada musim 2025-2026. Terkini, ia berperan besar membantu Arsenal memastikan tiket ke final Piala Liga Inggris (Carabo Cup) usai menggasak Chelsea FC, 1-0, pada semifinal leg kedua, Selasa (3/2/2026) malam lalu.

Melawan Chelsea di leg kedua semifinal Piala Liga menjadi starter ke-23 bagi Eze dari total 32 pertandingan di semua ajang bersama The Gunners. Jika sejauh musim 2025-2026 ini Arsenal sudah menjalani 38 pertandingan, itu artinya Eze hanya enam kali tidak dimainkan oleh pelatih Mikel Arteta.   

“Tentu saja, (Arsenal) ini klub saya dan sejak kecil ini adalah impian saya. Jadi, menang bersama Arsenal, meraih prestasi bersama Arsenal, ini segalanya bagi saya,” kata Eze seusai mengalahkan Chelsea.

“Istimewa, istimewa, istimewa. Ini pertandingan yang ingin saya mainkan. Ini adalah laga saya ingin menampilkan performa seperti ini dan ya, sungguh istimewa bisa berada di sana.”

Eze menjadi starter dan bermain penuh selama 90 menit saat Arsenal membekap klub asal Kazakstan, Kairat Almaty, dengan skor 3-2, pekan lalu, di laga terakhir fase liga ajang UEFA Champions League.

Eze lantas mendapat sembilan menit bermain sebagai pemain pengganti saat The Gunners menghajar tuan rumah Leeds United, 4-0, di Liga Primer.

Itu lebih baik daripada beberapa waktu terakhir ketika Eze tidak mendapat kesempatan bermain sama sekali. Di Liga Inggris, Eze hanya duduk di bangku cadangan dalam empat pertandingan beruntun antara pekan ke-17 sampai 20, antara 20 Desember 2025 sampai 3 Januari 2026. Di sela-sela itu, Eze juga tidak dimainkan sekali di Liga Champions saat Arsenal menang 3-0 atas Club Brugge pada 14 Desember 2026.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa jika Eze tidak bermain secara reguler di klub, maka posisinya di timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, pada 11 Juni sampai 19 Juli mendatang, akan terancam.

Semua ini tampak sangat kejam bagi seorang pemain baru Arsenal yang tampil brilian pada bulan November lalu.

Eze mencetak hat-trick dalam kemenangan 4-1 Arsenal atas Tottenham Hotspur di liga. Lalu, Eze juga tampil luar biasa melawan FC Bayern Munchen dengan mencetak satu assist dalam kemenangan 3-1 Arsenal di Liga Champions.

Menutup bulan November, Eze menjadi starter dan bermain sebagai attacking midfielder saat Arsenal ditahan tuan rumah Chelsea, 1-1. Laga-laga itu merupakan pekan pertandingan yang sangat berat bagi Arsenal dan Eze di semua pertandingan tersebut.

Namun musimnya tampaknya berubah setelah kekalahan Arsenal di kandang Aston Villa FC, 1-2, pada awal Desember.

Diturunkan sebagai sayap kiri, Eze gagal mengawal Matty Cash pada gol pembuka Villa. Arteta lantas menariknya keluar pada babak pertama. Sejak itu, Arteta tak begitu meliriknya sebagai starter.

Untuk menyatukan Eze dan Martin Odegaard ke dalam susunan pemain yang sama, Eze terpaksa didorong bermain ke sayap kiri, posisi dia pernah bermain sebelumnya.

Tetapi Eze jelas lebih baik turun sebagai pemain nomor 10. Bahkan penggemar Crystal Palace – klub Eze musim lalu – pun akan mengatakan hal itu.

Statistiknya bersama Arsenal menunjukkan, Eze 16 kali bermain sebagai gelandang serang dengan mencetak empat gol dan membuat tiga assist. Sebagai catatan, musim ini Eze sudah mencetak lima gold an empat assist.

Arteta sendiri sempat dilema jika memasukkan Odegaard dan Emile Smith Rowe dalam susunan pemain yang sama dengan Eze. Eze bukanlah pemain sayap kiri yang hebat, meskipun bersama Arsenal ia sudah delapan kali turun di posisi tersebut dengan torehan satu assist.

Eze juga bisa beroperasi sebagai pemain nomor 8 (tujuh kali di posisi tersebut dengan satu gol) dalam formasi double pivot namun jauh lebih bagus jika diturunkan sebagai pemain nomor 10 (attacking midfielder) yang sangat bagus.

Kehadiran Eze mungkin telah memberi tekanan pada Odegaard – yang biasa bermain sebagai gelandang serang – pada musim ini. Kapten Arsenal yang kini tengah cedera itu terlihat bagus di beberapa kesempatan namun tidak begitu dalam beberapa pekan sebelumnya.

Pertanyaannya, jika Eze terus bermain bagus sebagai gelandang serang lalu dibawa pelatih Inggris Thomas Tuchel ke Piala Dunia 2026, apakah pemain berusia 27 tahun itu akan kembali menjadi ancaman untuk Jude Bellingham (Real Madrid) di The Three Lions? Tentu ini menarik untuk dinantikan.

 

Editor: Tri Cahyo Nugroho

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Lakukan OTT di Kota Depok Jabar
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Imigrasi Indonesia Optimalisasi Layanan dan Penguatan Ekosistem Digital
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
• 4 jam lalusuara.com
thumb
SUV Listrik LEPAS E4 Debut Global di IIMS 2026, Siap Guncang Pasar Otomotif Indonesia
• 6 jam lalumerahputih.com
thumb
Mensesneg: Sumpah Hakim MK Adies Kadir Digelar 1-2 Hari ke Depan
• 13 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.