Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mendesak Satgas Saber Pangan 2026 memaksimalkan kerja cegah kecurangan harga jelang hari besar.
  • Rajiv meminta satgas menghentikan penimbunan pangan oleh oknum memanfaatkan lonjakan permintaan saat Hari Besar Keagamaan Nasional.
  • Pemerintah perlu memprioritaskan transparansi data stok pangan real-time dan percepatan distribusi ke daerah rawan.

Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, mendesak Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026 (Satgas Saber Pangan) untuk bekerja secara maksimal.

Menurutnya, hal itu penting untuk mencegah praktik kecurangan harga pangan yang kerap merugikan masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Rajiv menyoroti fenomena tahunan di mana permintaan komoditas pangan melonjak tinggi saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).

Ia mengatakan, momentum ini sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan penimbunan yang mengganggu pasokan dan memicu kenaikan harga yang tidak wajar.

“Saya minta satgas mampu sapu bersih dan menjaga stabilitas pasokan serta menghentikan praktik penimbunan oleh oknum tidak tidak bertanggung jawab yang membuat masyarakat resah karena harga-harga naik secara tidak wajar,” ujar Rajiv kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat II ini menilai, kehadiran Satgas Saber Pangan terbukti memberikan dampak positif dalam menjaga stabilitas harga di lapangan.

Satgas dianggap mampu menekan ruang gerak para spekulan yang mencoba mempermainkan rantai distribusi.

“Selama ini keberadaan satgas seperti saber pangan ini mampu mampu mencegah lonjakan harga yang tidak wajar dengan menggerebek gudang penimbunan maupun memberi sanksi tegas pedagang curang,” katanya.

Selain pengawasan hukum, Rajiv juga mengingatkan pemerintah untuk fokus pada ketersediaan stok pangan strategis.

Baca Juga: Daftar Link Resmi Pendaftaran Antrean Pangan Bersubsidi dan Jam Operasional

Ia meminta adanya percepatan distribusi ke berbagai wilayah, khususnya daerah yang memiliki potensi kerawanan pangan tinggi.

“Agar stabilitas harga pangan dapat terjaga menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah tetap harus melakukan pemetaan, memperkuat cadangan pangan dan mempercepat distribusi, terutama ke daerah-daerah rawan seperti lokasi bencana atau 3 T,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rajiv menekankan bahwa transparansi data stok dan harga pangan secara real-time harus menjadi prioritas.

Hal ini dinilai penting agar pemerintah dapat merespons setiap gejolak harga di pasar secara cepat, tepat, dan terukur demi melindungi daya beli masyarakat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Inter Milan ke semifinal setelah menang tipis 2-1 atas Torino
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Inara Rusli Adukan Virgoun ke Komnas Anak, Eva Manurung: Kita Juga Banyak yang Mau Dilaporin!
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Adies Kadir Jadi Hakim MK, Mahfud MD Tercengang
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Masalah Babi Bikin Suami Pukul Istri di Kalteng, Berujung Vonis 4 Bulan Penjara
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Membayangkan Indonesia 2045: Generasi Muda dalam Ujian Pragmatisme
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.