Premi Asuransi Kesehatan AXA Mandiri Capai Rp2 Triliun, Klaim Rp200 Miliar per September 2025

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT AXA Mandiri Financial Services membukukan pendapatan premi asuransi kesehatan lebih dari Rp2 triliun hingga September 2025.

Chief Customer, Marketing & Product Officer AXA Mandiri Theodores Tangke mengatakan nilai itu setara dengan 31% dari total pendapatan premi perusahaan.

“Sementara itu, hingga September 2025 secara keseluruhan klaim kesehatan mencapai lebih dari Rp200 miliar. Jumlah ini mencerminkan pemanfaatan layanan kesehatan yang baik dan pengelolaan klaim yang efektif,” ucapnya kepada Bisnis, Kamis (5/2/2026).

Theodores menyampaikan sebenarnya porsi asuransi kesehatan di perusahaannya lebih kecil bila dibandingkan dengan produk perlindungan jiwa yang menjadi fokus bisnis utamanya.

Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir dia menyebut AXA Mandiri terus memperkuat kapabilitas dan produk kesehatannya. Sebab itu, pihaknya menilai asuransi kesehatan memiliki prospek yang positif pada 2026 ini.

“Optimisme itu ditopang oleh beberapa faktor utama, antara lain tren inflasi medis yang mendorong masyarakat untuk mengalihkan risiko biaya kesehatan ke asuransi dan peningkatan literasi terkait manfaat dari asuransi kesehatan,” jelas Theodores.

Baca Juga

  • Bisnis Asuransi 2026, AXA Mandiri Sebut Tantangan Pasarkan Produk Unit-Linked
  • Premi Individu & Kumpulan AXA Mandiri Moncer, Segmen Mikro Melonjak 75%

Selain itu, lanjutnya, perubahan gaya hidup dan kebutuhan akan layanan kesehatan berkualitas turut menjadi pendorong utama permintaan produk asuransi kesehatan.

Lebih jauh, Theodores menyatakan AXA Mandiri mendukung dan menyambut baik terbitnya POJK No. 36/2025 Tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan. POJK ini dijalankan dengan membangun kolaborasi bersama Persatuan Dokter Jasa Asuransi (Perdokjasi), AdMedika, penyedia layanan kesehatan seperti EMC Healthcare, Rumah Sakit Mitra Keluarga, serta jaringan agen Laku Pandai Bank Mandiri. 

“Kolaborasi strategis ini memungkinkan AXA Mandiri memastikan tata kelola yang lebih baik serta menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas dan memperkuat edukasi tentang manfaat asuransi kesehatan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan terdapat peningkatan aktivitas klaim pada lini usaha asuransi kesehatan yang perlu dikelola secara hati-hati oleh industri.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menuturkan pada November 2025, klaim asuransi kesehatan di asuransi jiwa tercatat sebesar Rp22,10 triliun atau meningkat 11,20% (year on year/YoY).

“Dari sisi rasio klaim, lini usaha kesehatan mencatat rasio klaim sebesar 71,66%,” ungkap Ogi.

OJK, katanya, terus memantau perkembangan itu dan mendorong perusahaan asuransi untuk memperkuat manajemen risiko, kecukupan pencadangan, serta menjaga kualitas layanan kepada pemegang polis agar kinerja industri tetap terjaga secara berkelanjutan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dukung Ketahanan Pangan, Kapolda Metro Cek Tambak Udang di Muara Gembong
• 13 jam laludetik.com
thumb
OAKHOUSE Berpartisipasi dalam JAPAN EDUCATION FAIR 2026
• 22 menit lalumediaapakabar.com
thumb
Breaking News! BNN Bongkar Sindikat Narkoba Internasional Golden Triangle, Sita 160 Kg Sabu
• 10 jam laluokezone.com
thumb
KPK Sudah Tetapkan Tersangka Terkait OTT Kantor Pajak Banjarmasin
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami
• 9 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.