Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terus meluas secara masif. Hingga Kamis siang, 5 Februari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat luasan area yang terbakar telah mencapai 128 hektare.
Pantauan udara memperlihatkan titik api yang membara di wilayah Kecamatan Parigi Utara, tepatnya di Desa Avulua. Kobaran api bahkan dilaporkan sudah merambat masuk ke wilayah desa tetangga, yakni Desa Uevolo, di kecamatan yang sama.
Merespons kondisi yang kian mengkhawatirkan ini, BPBD setempat resmi menetapkan status Siaga Darurat.
Baca juga:
Titik Panas di Riau Melonjak, Jadi 160 Titik
Medan Sulit di Lereng Gunung
Upaya pemadaman menghadapi kendala berat di lapangan. Titik-titik api mayoritas berada di area lereng gunung yang terjal, sehingga sulit dijangkau oleh petugas gabungan maupun armada pemadam.
Akibat akses yang terbatas, tim gabungan dari BPBD dan Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat saat ini mengubah strategi. Mereka berupaya melokalisir api dengan membuat sekat bakar agar kebakaran tidak merembet hingga ke area permukiman warga.
Faktor cuaca menjadi pemicu utama cepatnya penyebaran api. Musim kemarau berkepanjangan membuat vegetasi mengering dan mudah terbakar. Api tidak hanya melahap semak belukar, tetapi juga dilaporkan telah merusak lahan perkebunan milik warga.
Petugas terus bersiaga di lokasi untuk memantau pergerakan api dan melakukan penanganan darurat guna meminimalisir kerugian yang lebih besar.



