Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) kembali menjadi kontributor terbesar laba anak usaha Bank Mandiri pada tahun buku 2025.
Berdasarkan paparan presentasi, laba bersih anak perusahaan Bank Mandiri setelah pajak (net profit after tax/NPAT) pada sepanjang 2025 mencapai Rp11,68 triliun, tumbuh 1,10% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan 2024 sebesar Rp11,56 triliun.
Dari jumlah tersebut, BSI menjadi penyumbang terbesar dengan laba Rp7,56 triliun, naik 8,02% dari Rp7 triliun pada tahun sebelumnya.
Lalu, total aset BSI pada 2025 tercatat Rp456,2 triliun, tumbuh 11,6% YoY, dengan porsi mencapai 71,5% dari total aset seluruh anak usaha Bank Mandiri. Secara kuartalan, aset BSI juga meningkat 9,52%.
Selain BSI, Mandiri Taspen mencatatkan total aset bank yang fokus pada segmen pensiunan ini mencapai Rp73,02 triliun, tumbuh 8,23% YoY, dengan kontribusi sekitar 11,4% terhadap total aset anak usaha.
Di segmen pembiayaan alias multi-finance, kinerja anak usaha menunjukkan arah yang beragam. Mandiri Utama Finance (MUF) mencatatkan pertumbuhan aset 16,4% YoY menjadi Rp18,78 triliun. Adapun, Mandiri Tunas Finance (MTF) mengalami penurunan aset 19,4% YoY menjadi Rp28,03 triliun.
Dari lini asuransi, AXA Mandiri Financial Services membukukan aset sebesar Rp44,90 triliun, tumbuh 2,61% YoY, dengan kontribusi sekitar 7,04% terhadap total aset anak usaha.
Sementara itu, pada segmen pasar modal dan investasi, Mandiri Sekuritas mencatatkan total aset Rp5,60 triliun, meski terkoreksi 1,53% YoY. Di sisi lain, Mandiri Capital mencatatkan pertumbuhan aset 8,32% YoY menjadi Rp6,39 triliun, sedangkan Mandiri Remittance membukukan aset sebesar Rp38 miliar, naik 7,29% YoY.
Secara keseluruhan, total aset seluruh anak usaha Bank Mandiri pada FY25 mencapai Rp637,96 triliun, tumbuh 9,05% YoY.
Sepanjang tahun lalu, Bank Mandiri membukukan laba senilai Rp56,3 triliun secara konsolidasi. Angka ini naik 0,93% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp55,78 triliun.





