WOH G64, bintang red supergiant yang dijuluki "Behemoth", awalnya dikira akan segera mati dalam ledakan supernova yang dahsyat. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ledakan tersebut kemungkinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Temuan mengejutkan ini mengisyaratkan bahwa bintang raksasa tersebut sebenarnya sedang "dimakan" secara perlahan oleh bintang yang lebih kecil dan tersembunyi.
WOH G64 terletak di Awan Magellan Besar, sebuah galaksi kecil dekat Bima Sakti yang berjarak sekitar 163.000 tahun cahaya dari Bumi. Ukurannya sangat luar biasa, yaitu 1.500 kali lebih lebar dan 282.000 kali lebih terang daripada Matahari. Bintang ini memegang rekor sebagai bintang paling terang, paling dingin, dan paling berdebu di galaksinya.
Menurut Live Science, dalam beberapa tahun terakhir, WOH G64 terlihat meredup. Para ahli sempat menduga bintang ini sedang berubah menjadi “yellow hypergiant” yang lebih kecil dan panas karena membuang lapisan gas luarnya. Pada bintang jenis ini, perubahan tersebut biasanya merupakan tanda bahwa bintang akan mengalami ledakan supernova.
Baca juga : Ilmuwan Sukses Ambil Foto Bintang yang Hampir Meledak
Dugaan ini masuk akal mengingat usia Behemoth sudah mencapai sekitar 5 juta tahun, batas maksimal umur bintang red supergiant. Mereka membakar bahan bakar sangat cepat dan biasanya mati dalam supernova yang cahayanya bisa menutupi seluruh galaksi.
Bukti lebih lanjut dari ledakan yang akan segera terjadi muncul pada November 2024, ketika para peneliti mengambil foto WOH G64 yang sangat mendetail dengan teleskop di Chili.
Teleskop ini mendeteksi "kepompong berbentuk telur" dari gas dan debu di sekitar bintang tersebut. Mereka mengira itu adalah bukti kuat bahwa bintang sudah membuang lapisan luarnya dan berubah menjadi raksasa kuning.
Bintang yellow hypergiant sendiri sangat langka dan hanya berlangsung beberapa ribu tahun sebelum bintang meledak. Jika benar, para astronom akan mendapatkan kesempatan langka menyaksikan detik-detik kematian sebuah bintang.
Namun, studi terbaru dari Dr. Jacco van Loon dan timnya menggunakan Southern African Large Telescope (SALT) membantah dugaan tersebut.
Data yang dikumpulkan dari November 2024 hingga Desember 2025 menemukan adanya senyawa titanium oksida di atmosfer WOH G64. Senyawa ini adalah ciri khas bintang red supergiant yang masih "dingin". Hal ini membuktikan bahwa Behemoth tetap menjadi raksasa merah dan tidak pernah berubah fase. Bisa dikatakan, bintang ini seperti "phoenix" yang bangkit kembali.
Para peneliti mencurigai bintang raksasa itu adalah bagian dari sistem biner yang mencakup bintang yang lebih kecil. Dalam kasus ini, pasangannya yang berukuran kecil, yang kemungkinan bersinar biru, sedang menarik lapisan luar WOH G64 ke dalam piringan sirkumstellar.
Jacco van Loon menjelaskan bahwa atmosfer bintang raksasa ini hanya meregang karena tarikan bintang pendampingnya, bukan karena akan meledak. Teori soal bintang pendamping ini sebenarnya sudah ada sejak 2024, namun baru sekarang mendapatkan bukti yang kuat. Meski pada akhirnya WOH G64 akan meledak, para ahli menyimpulkan bahwa kejadian itu masih sangat lama, bukan dalam waktu dekat ini.
Sumber: Live Science, Universe Today



