Piala Dunia 1954: Jerman Barat, Superioritas Hungaria, dan Keajaiban Bern

tvrinews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Tri Cahyo Nugroho

TVRINewsBern, Swis

Piala Dunia 1954 tidak hanya menghasilkan banyak rekor namun juga fakta menarik dari yang positif hingga negatif.

Sebagai salah satu dari sedikit negara Eropa yang tidak terlalu terpengaruh oleh Perang Dunia II, Swis akhirnya dipilih FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 1954. Praktis Piala Dunia kembali ke Eropa setelah 16 tahun (usai Italia menggelarnya pada 1938).

Piala Dunia diselenggarakan di enam kota di negara yang dikelilingi Pegunungan Alpen tersebut. Selain tuan rumah Swis dan juara bertahan Uruguai, 14 tim lolos kualifikasi dari seluruh Eropa, Amerika, dan Asia.

Perubahan lokasi dari Piala Dunia terakhir (1950) di Brasil menyebabkan perubahan suasana, dari keramaian dan antusiasme penonton tuan rumah menjadi jumlah penonton yang jauh lebih sedikit di stadion-stadion yang terletak di antara Pegunungan Alpen.

Namun, aksi-aksi di lapangan mampu mengimbangi hal tersebut. Turnamen ini menampilkan beberapa pertandingan dengan skor tinggi yang memecahkan banyak rekor.

Kemenangan Austria 7-5 atas Swiss setelah 90 menit masih memegang rekor jumlah gol terbanyak yang dicetak dalam sebuah pertandingan Piala Dunia.

Pertandingan-pertandingan dengan skor tinggi tersebut memuncak dalam final yang akan dikenang selama bertahun-tahun sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sepak bola dunia.

Miracle of Bern

Hungaria datang ke Swis ’54 dengan status favorit kuat berkat medali emas di Olimpiade Helsinki pada tahun 1952 dan rekor tak terkalahkan dengan 32 kemenangan.

Susunan pemain bertabur bintang mereka dipimpin oleh superstar sepak bola global saat itu, Ferenc Puskas. Selain Puskas, Hungaria masih memiliki pemain sekelas Sandor Kocsis sampai Nandor Hidegkuti sehingga tim ini dijuluki Magic Magyars karena kehebatannya.

Namun, Puskas mengalami cedera dalam pertandingan grup melawan lawan yang sama dan bermain di final meskipun belum sepenuhnya pulih.

Puskas – yang saat itu masih bermain untuk klub Hungaria, Budapest Honved – tetap mampu membawa timnya unggul dengan golnya ke gawang Jerman Barat pada menit keenam. Tim favorit tampaknya akan meraih kemenangan yang sudah diprediksi ketika Zoltan Czibor mencetak gol kedua, dua menit kemudian.

Namun, Jerman Barat berhasil menyamakan kedudukan dengan gol dari Max Morlock pada menit ke-10 dan satu lagi dari Helmut Rahn pada menit ke-18.

Kebangkitan tersebut disempurnakan dengan gol dari Rahn enam menit sebelum pertandingan berakhir. Jerman Barat mengukir sejarah dengan apa yang kemudian dikenal sebagai Miracle of Bern.

Disebut Keajaiban Bern juga karena Hungaria yang di fase grup mengalahkan Jerman Barat 8-3, justru tampil antiklimaks di final.

Hal-hal Positif

Keberhasilan Jerman Barat bangkit setelah tertinggal 0-2 untuk mengalahkan favorit juara Hungaria 3-2 di final sekaligus mengakhiri 29 laga tak terkalahkan beruntun Hungaria.

Saudara sekandung dalam satu tim. Fritz dan Ottmar Walter dari Jerman Barat menjadi saudara kandung pertama yang bermain di tim pemenang Piala Dunia. Mereka juga saudara kandung pertama mencetak gol dalam pertandingan Piala Dunia yang sama, Fritz tiga, Ottmar empat.

Turnamen ini menghasilkan banyak gol dengan 140 gol, rata-rata 5,38 gol per pertandingan, yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah Piala Dunia hingga kini.

Dominasi Hungaria. Meskipun kalah di final, Hungaria sungguh luar biasa karena berhasil mencetak 27 gol hanya dalam lima pertandingan. Jumlah ini masih menjadi rekor gol terbanyak sebuah tim di satu Piala Dunia.

Kemenangan Hungaria 9-0 atas Korea Selatan di babak penyisihan grup sempat menjadi margin kemenangan terbesar dalam sejarah Piala Dunia FIFA, yang kemudian disamai oleh Yugoslavia atas Zaire (9-0) pada 1974 dan Hungaria atas El Salvador (10-1) pada 1982.

Swis ’54 juga menjadi Piala Dunia pertama yang disiarkan televisi, meskipun tidak semua pertandingan ditayangkan dan durasinya tak penuh sampai laga usai.

Inovasi turnamen. Di Piala Dunia 1954 pula untuk kali pertama para pemain wajib mengenakan jersey lengkap dengan nomor punggung. Untuk pertandingan, waktu tambahan (extra time) juga kali pertama diterapkan jika hasil masih imbang setelah 90 menit.

Adi Dassler (Adidas) menyediakan sepatu bola dengan pul yang bisa diganti untuk kali pertama dan hanya menyediakannya untuk Timnas Jerman Barat.

Puskas, yang secara luas dianggap sebagai salah satu superstar global pertama dalam sepak bola, memainkan Piala Dunia pertamanya. Namanya semakin mentereng di level klub usai membela Real Madrid antara 1958 sampai 1966  

Hal-hal Negatif

Korea Selatan yang saat itu berstatus tim debutan Piala Dunia, menjadi pihak yang paling menderita setelah kebobolan hingga 16 gol dan tidak mencetak satu gol pun dalam dua pertandingan sehingga langsung tersingkir.

Penjaga gawang Korea Selatan Hong Deok-young masih menjadi kiper yang paling banyak kebobolan dalam satu turnamen Piala Dunia hingga kini. Di fase grup, ia dijebol sembilan kali oleh Hungaria (0-9) dan tujuh kali oleh Turki (0-7).

Argentina, salah satu raksasa sepak bola Amerika Selatan, menolak untuk berpartisipasi untuk ketiga kalinya berturut-turut.

Selain Miracle of Berne, sebelumnya ada julukan Battle of Berne di Piala Dunia 1954. Hal itu mengacu laga di perempat final antara Hungaria melawan Brasil, saat tiga pemain dikeluarkan dan terjadi perkelahian di ruang ganti.

Sekilas Informasi Piala Dunia 1954

  • Tuan Rumah: Swis
  • Tim: 16
  • Format: Fase grup, knockout (gugur)
  • Jumlah Pertandingan: 26
  • Gol: 140
  • Pemenang: Jerman Barat
  • Runner-up: Hungaria
  • Sepatu Emas/Pencetak Gol Terbanyak: Sandor Kocsis (Hungaria) - 11 gol

 

 

Editor: Tri Cahyo Nugroho

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ketua MK Berharap Adies Kadir Bisa Jadi Hakim yang Independen
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Truk Tabrak Bus di Gatot Subroto, Lalu Lintas Arah Semanggi Padat 
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Rekor Baru PKB di Sulsel Modal Impresif Menuju 2029
• 11 jam laluharianfajar
thumb
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Bea Cukai, Termasuk Direktur Penindakan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Banjir Karawang Belum Surut, Ratusan Rumah dan Sawah Masih Terendam di Pekan Ketiga | SAPA PAGI
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.