MAKASSAR, FAJAR – PKB impresif di Sulsel. Pemilu 2024 jadi tonggak baru menuju Pemilu 2029.
Setelah mencetak sejarah dengan merebut kursi Wakil Ketua DPRD Sulsel untuk pertama kalinya, DPW PKB Sulsel kini lanjut di bawah kepemimpinan Azhar Arsyad. Dia yang kembali diamanahkan memimpin PKB Sulsel periode 2026–2031.
Salah satu gebrakan yang dilakukan, yakni pemanfaatan teknologi digital. Azhar Arsyad menegaskan bahwa penting bagi kader dibekali pemahaman dan keterampilan pemanfaatan teknologi digital. Hal ini guna meningkatkan efektivitas kerja serta memperkuat koneksi dengan masyarakat.
Pihaknya akan menggencarkan sosialisasi penggunaan aplikasi Sistem Informasi Manajemen dan Pelayanan Legislator (SIMPEL) kepada seluruh kader, khususnya anggota legislatif PKB.
Aplikasi itu diwajibkan bagi seluruh legislator PKB. Digitalisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja kader dan anggota legislatif.
“Aplikasi ini dirancang untuk anggota DPR dari PKB bisa lebih efektif menjalankan tugas sekaligus tetap terkoneksi dengan masyarakat,” ujar Azhar, kemarin.
Melalui sistem digitalisasi, seluruh aktivitas legislator, mulai dari konsultasi publik hingga pertemuan dapat terdokumentasi secara rapi dan terukur. Selain SIMPEL, PKB Sulsel juga memperkenalkan Sistem Manajemen dan Monitoring Struktur (SMS) bagi pengurus partai.
Sistem ini memungkinkan koordinasi yang lebih efisien antara DPW, DPC, serta anggota legislatif di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar telah mengukuhkan Azhar Arsyad bersama 50 jajaran pengurus DPW PKB Sulsel. Tidak ada perubahan pada posisi sekretaris dan bendahara.
“Kami dilantik langsung oleh Ketua Umum DPP PKB (Cak Imin). Struktur pengurus tetap, sekretaris saya sendiri dan bendahara Pak Dahlan,” ujar Sekretaris DPW PKB Sulsel, Muhammad Haekal.
Selain pengurus harian, Cak Imin juga akan mengukuhkan Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz PKB Sulsel dalam rangkaian acara pelantikan tersebut. Pada Pemilu 2024, partai besutan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu berhasil menembus lima besar perolehan suara di Sulsel dan mampu menggeser posisi Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
PKB Sulsel meraih delapan kursi DPRD Sulsel dan untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil mendudukkan kadernya sebagai Wakil Ketua IV DPRD Sulsel.
Capaian tersebut menempatkan PKB hanya terpaut sekitar 30 ribu suara dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berada di posisi keempat.
PKB juga berhasil mempertahankan dua kursi DPR RI dari Dapil Sulsel. Dua kader PKB lolos ke Senayan, yakni Haji Syamsu Rizal Marzuki Ibrahim (Deng Ical) dari Dapil Sulsel I dan Andi Muawiyah Ramly dari Dapil Sulsel II. (ams)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493992/original/011909000_1770273917-Managing_Director_Emtek_Sutanto_Hartono.jpg)

