Bangka Belitung: Klinik Pratama Rutan Muntok, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, mengikuti uji standar kelayakan medis atau kredensial oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly, mengatakan upaya ini dilakukan agar para penghuni rutan dan masyarakat bisa menikmati perawatan medis yang layak. Ia mengatakan hak dasar manusia untuk mendapatkan layanan medis bermutu adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
"Kami ingin menghapus paradigma lama bahwa layanan kesehatan di balik jeruji besi hanya dilakukan ala kadarnya. Sebaliknya, klinik ini telah memenuhi standar nasional dan kualitasnya sejajar dengan fasilitas kesehatan umum lainnya," kata Andri dalam keterangannya, Kamis, 5 Februari 2026.
Dalam proses tersebut, satu per satu aspek diperiksa, mulai dokumen administrasi, isi lemari obat, fasilitas ruangan, hingga kompetensi para tenaga medisnya. Upaya ini juga untuk memastikan klinik tersebut layak menjadi mitra program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Target kami jelas tidak boleh ada diskriminasi dalam pelayanan kesehatan. Semua warga negara, termasuk warga binaan, berhak atas layanan medis yang layak karena sesuai dengan motto pemasyarakatan, pasti bermanfaat untuk masyarakat" tegas Andri.
Baca Juga :
Awas, Gaya Hidup Kurang Gerak Meningkatkan Terjadinya DiabetesGunawan berharap dalam waktu dekat klinik tersebur dapat resmi menjadi mitra BPJS Kesehatan. Dengan menjadi mitra, proses penanganan medis bagi warga binaan dan masyarakat akan menjadi lebih terukur.
"Kami berkomitmen terus meningkatkan fasilitas kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. Kredensialing ini merupakan langkah krusial untuk memastikan Klinik Pratama Rutan Muntok layak memberikan pelayanan medis yang terstandarisasi," jelas Gunawan.
Uji kelayakan medis di Rutan Muntok, Bangka Barat. Foto: Istimewa.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, Muhammad Sapi'i Rangkuti menegaskan proses kredensial ini merupakan fase krusial. Dalam tahap ini, kelayakan sarana dan prasarana, medis, hingga sistem pelayanan diuji secara ketat.
Pihaknya juga tidak tinggal diam. Pendampingan intensif terus dilakukan kepada pihak Rutan Kelas IIB Muntok, mulai dari penataan ketersediaan tenaga kesehatan hingga standarisasi alat kesehatan agar sesuai dengan regulasi nasional.
"Kami berkomitmen untuk terus mengawal penuh Klinik Rutan Kelas IIB Muntok. Fokus utamanya adalah memastikan warga binaan dan masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang berkualitas," kata Sapi'i.




