Saudi, VIVA – Saudi menghadirkan wajah yang berbeda saat Ramadhan tiba. Di bawah kampanye global bertajuk “Embrace the Radiance of Ramadan Lights”, Saudi, Welcome to Arabia—brand konsumen dari Saudi Tourism Authority (STA)—mengajak wisatawan merasakan pengalaman perjalanan yang lebih reflektif dan intim pada awal 2026.
Bagi pelancong, termasuk wisatawan Indonesia, Ramadhan di Saudi menawarkan ritme yang unik. Siang hari terasa lebih tenang dan kontemplatif, sementara malam berubah menjadi ruang hidup yang hangat, penuh cahaya, dan sarat tradisi. Inilah momen ketika perjalanan tak sekadar berpindah tempat, tetapi juga menyelami suasana spiritual dan budaya setempat. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Dua destinasi yang paling mencuri perhatian dalam narasi perjalanan Ramadhan ini adalah The Red Sea dan AlUla. Di kawasan The Red Sea, wisatawan disuguhkan lanskap pesisir yang hening dengan desain arsitektur kontemporer yang menyatu dengan alam. Resor-resor di kawasan ini menjadi ruang ideal untuk wellness, relaksasi, dan jeda dari hiruk pikuk, terutama di siang hari Ramadhan yang berjalan perlahan.
Sementara itu, AlUla menawarkan pengalaman yang sama sekali berbeda. Dikelilingi formasi batuan purba, situs warisan dunia, dan lanskap gurun yang dramatis, AlUla menghadirkan suasana Ramadhan yang khusyuk dan berkarakter. Saat matahari terbenam, kawasan ini berubah menjadi panggung budaya dengan pencahayaan lembut, sajian kuliner khas, serta atmosfer malam yang intim.
Tak hanya di kawasan resor, nuansa Ramadhan juga terasa kuat di kota-kota utama seperti Riyadh, Jeddah, dan Diriyah. Ketiganya menghadirkan pengalaman urban yang hidup selepas berbuka. Jalanan kota dipenuhi cahaya temaram, pasar malam bermunculan, dan tenda-tenda Ramadhan menjadi titik temu warga lokal dan wisatawan. Aktivitas sahur, kuliner khas Ramadhan, hingga acara musiman memperlihatkan sisi Saudi yang hangat dan inklusif.
Bagi wisatawan Indonesia, pengalaman ini terasa akrab sekaligus baru. Tradisi berbuka bersama, suasana malam yang ramai namun penuh makna, serta nilai kebersamaan yang kuat menjadi benang merah yang menghubungkan budaya Saudi dan Indonesia selama Ramadhan.




