Jakarta, tvOnenews.com - Cuaca ekstrem yang belakangan melanda kawasan Banten dan sekitarnya turut berdampak terhadap pergerakan sektor industri maritim.
Pasalnya, terdapat keterlambatan yang terjadi dalan pengerjaan reparasi dan pemeliharaan kapal atau docking akibat intensitas cuaca ekstrem yang terjadi.
Sebab, reparasi kapal pada tahapan krusial tak dapat berlangsung kala cuaca hujan ekstrem terus terjadi.
"Kami terpaksa menghentikan aktivitas pengecatan dan pengelasan demi menjaga kualitas standar keamanan serta ketahanan material. Jika dipaksakan dalam kondisi lembap atau basah, cat tidak akan merekat sempurna dan hasil las berisiko mengalami keretakan," kata Divisi Kehumasan PT Arjaya Berkah Marine, Malikh, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Malikh menuturkan proses reparasi seperti pengupasan kerak lambung (blasting), pengecatan ulang, hingga pengelasan struktur utama tak dapat dilakukan kala hujan ekstrem melanda.
Ia mengaku keterlambatan ini tidak hanya merugikan pihak galangan tetapi juga memicu efek domino pada sektor transportasi laut.
Pihaknya pun memilih melakukan mitigasi keterlambatan secara menyeluruh dengan strategi operasional melalui sistem kerja shift yang fleksibel.
"Kami mengerahkan pekerja secara maksimal saat cuaca cerah untuk mengejar ketertinggalan progres. Kita memaksimalkan setiap celah waktu yang ada," tambah Malikh.
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bahwa potensi cuaca buruk di wilayah Banten diprediksi akan bertahan hingga akhir bulan ini.(raa)




