Pendanaan JETP Indonesia Bertambah 400 Juta Dolar AS, Proyek Transisi Energi Kian Meluas

pantau.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Indonesia mendapatkan tambahan komitmen pendanaan sebesar 400 juta dolar AS dalam kerangka kerja Just Energy Transition Partnership (JETP), sehingga total pendanaan yang diperoleh meningkat dari 21,4 miliar dolar AS menjadi 21,8 miliar dolar AS.

Komitmen Baru dari Jerman untuk Proyek Energi Bersih

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa tambahan pendanaan tersebut berasal dari bank pembangunan asal Jerman, KfW Bankengruppe (KfW Bank), yang telah menandatangani komitmen investasi untuk dua proyek transisi energi.

"Jerman melalui pembiayaan KfW tadi komitmen menandatangani dua proyek, dan KFW itu komitmen untuk Solar Saguling (PLTS Terapung Saguling)," ungkapnya.

Selain dua proyek yang telah mendapatkan pendanaan, terdapat lebih dari 20 proyek lainnya yang sedang dalam antrean untuk didanai melalui skema JETP.

"Kita punya banyak proyeknya, on the list yang on the pipeline, lebih dari 20 proyek," ia mengungkapkan.

Proyek Prioritas dan Struktur Pendanaan

Sejauh ini, Indonesia telah mengamankan total komitmen pendanaan JETP sebesar 21,4 miliar dolar AS, dengan sekitar 3,1 miliar dolar AS telah dimanfaatkan untuk mendanai sejumlah proyek transisi energi.

Beberapa proyek yang menjadi prioritas dan siap berjalan antara lain:

PLTS Terapung Saguling,
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh,
Fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di Legok Nangka,
Pengembangan jaringan transmisi di koridor Sulawesi,
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sumatra Selatan,
dan Program de-dieselization.

Adapun rincian sumber pendanaan dari total komitmen 21,4 miliar dolar AS adalah sebagai berikut:

Sebesar 11 miliar dolar AS berasal dari International Partners Group (IPG),
dan 10 miliar dolar AS berasal dari Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ).

Pemerintah juga telah membentuk Satuan Tugas Transisi Energi dan Ekonomi Hijau (Satgas TEH) guna mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia.

Satgas ini bertugas mendorong implementasi JETP, termasuk penyusunan versi terbaru JETP 2.0, dan mengoptimalkan pemanfaatan pendanaan untuk mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kasi Intel Kejari Luwu Prasetyo Atensi Aspirasi Pembentukan Luwu Tengah dan Provinsi Tana Luwu
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Kasus Dugaan Perzinaan Inara Rusli Dilimpahkan ke Ditres PPA dan PPO
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Kasatgas PRR Tegur Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Prihatin Hakim Kena OTT KPK, Mensesneg: Padahal Gaji Baru Naik
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
MA Benarkan Wakil Ketua PN Depok Ditangkap dalam OTT KPK
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.