Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial menyambut positif antusiasme delapan kepala daerah yang siap menyelenggarakan Sekolah Rakyat di wilayah masing-masing.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta pemerintah daerah segera menyiapkan lahan atau gedung guna mempercepat pelaksanaan program tersebut.
Hal itu disampaikan Gus Ipul saat bertemu bupati Aceh Jaya, Kepulauan Aru, Padang Lawas Utara, Halmahera Tengah, Sanggau, Tegal, Kutai Timur, dan Tabalong di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat.
“Kita berkomitmen mempercepat penyelenggaraan Sekolah Rakyat, baik melalui rintisan maupun pembangunan gedung permanen, tergantung kondisi di daerah,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Februari 2026.
Gus Ipul menegaskan, lahan yang diusulkan untuk sekolah permanen harus berstatus jelas, bukan tanah sengketa, dan merupakan aset pemerintah daerah.
"Maka itu, semakin cepat tanah ada, semakin cepat dibangun, semakin cepat masyarakat merasakan hadirnya Sekolah Rakyat," sambungnya.
Program Sekolah Rakyat, kata Gus Ipul, merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya pengentasan kemiskinan.
Program ini menyasar anak-anak dari keluarga Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sementara orang tua mereka diberdayakan melalui program sosial.
"Anaknya lulus sekolah, orang tuanya menjadi berdaya. Jadi anaknya diintervensi, orang tuanya diintervensi secara simultan," ungkap Gus Ipul.
Ia juga mengingatkan agar proses penjangkauan calon murid dilakukan secara transparan tanpa praktik kecurangan.
“Jangan ada sogok-menyogok. Ini tanggung jawab kepala daerah dan juga Kemensos,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Aru Moh Djumpa menyampaikan pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 7,6 hektare di Kelurahan Siwalima, Maluku.
Ia berharap Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan untuk mencetak generasi yang unggul dan tangguh.
"kita sangat antusias untuk memperjuangkan kalau bisa secepatnya Sekolah Rakyat itu kita peroleh. Kami yakin bahwa Sekolah Rakyat ini untuk daerah kita atau mungkin secara umum, tadi bapak jelaskan bahwa pemerintah inginkan agar ke depan generasi-generasi yang lulus dari Sekolah Rakyat itu generasi yang tangguh," kata Djumpa.
Editor: Redaktur TVRINews





