Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI agar fondasi negara tetap kokoh di tengah dinamika demokrasi.
Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam konferensi pers usai menghadiri kegiatan Training of Trainers (TOT) Pemantapan Empat Pilar yang digelar oleh Fraksi Partai Golkar MPR RI, dihadiri antara lain oleh Mekeng, Freddy Hansa, dan Ade Rosi, Jumat (6/2/2026).
Menurut Bahlil, bangsa Indonesia tidak akan kuat apabila nilai-nilai Empat Pilar Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak terus dikenalkan dan disosialisasikan secara berkelanjutan.
“Bangsa ini tidak akan kokoh kalau kita tidak terus memahami dan menyosialisasikan Empat Pilar. Karena itu saya mengapresiasi Pak Mekeng dan seluruh jajaran Fraksi Golkar MPR RI yang luar biasa dalam kegiatan ini,” ujar Bahlil, Jumat (6/2/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menyinggung dinamika demokrasi Indonesia yang dinilainya perlu kembali dirujukkan pada ideologi Pancasila, khususnya sila keempat.
“Demokrasi kita harus ideal, demokrasi yang merujuk pada ideologi negara, yaitu Pancasila. Ini perlu kajian yang mendalam agar praktik demokrasi tidak kebablasan,” tegasnya.
Terkait sistem pemilihan kepala daerah, Bahlil menyatakan Partai Golkar telah memiliki sikap politik yang dibahas dan diputuskan dalam forum internal partai. Ia menegaskan bahwa konstitusi tidak membatasi bentuk pemilihan secara langsung maupun tidak langsung.
“Dalam UUD 1945 disebutkan pemilihan dilakukan secara demokratis, tanpa membatasi langsung atau tidak langsung. Karena itu, kami sedang melakukan reformulasi sistem yang lebih baik, tentu dengan melihat kelebihan dan kekurangannya,” jelasnya.
Menanggapi pertanyaan terkait dukungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Bahlil menegaskan posisi Golkar tetap solid.
“Golkar adalah partai pengusung Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Konsekuensinya, kami mendukung pemerintahan ini sampai selesai. Itu sudah menjadi keputusan Munas Golkar,” tegas Bahlil.
Di luar isu politik, Bahlil juga sempat menyinggung perkembangan olahraga futsal nasional. Ia mengapresiasi performa tim futsal Indonesia yang dinilainya menunjukkan kemajuan signifikan.
“Permainan futsal kita bagus, teknik dan mentalnya juga oke. Talenta muda kita luar biasa. Saya yakin futsal ke depan bisa menjadi salah satu cabang olahraga andalan Indonesia,” katanya.
Bahlil bahkan mengibaratkan strategi politik Golkar ke depan seperti permainan futsal—dinamis, kolektif, dan mengutamakan hasil.
“Bagi Golkar, yang penting gol. Siapa yang menendang tidak soal, kalau sudah capek cepat diganti,” ujarnya berseloroh.
Melalui kegiatan TOT Empat Pilar ini, Golkar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ideologi Pancasila, menjaga demokrasi yang berkeadilan, serta mendorong persatuan dalam kebhinekaan.
Editor: Redaksi TVRINews



