jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang mengusulkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk memimpin selama dua periode, merupakan upaya "mengunci" Prabowo secara politik.
"Harapannya, hal itu akan membuat Prabowo merasa serbasalah untuk menolak Gibran berpasangan dengannya," kata dia melalui layanan pesan, Kamis (5/2).
BACA JUGA: Tetap Dukung Prabowo di 2029, PAN Usul Zulhas Bisa Jadi Cawapres
Jamiluddin mengatakan Jokowi ketika mengusulkan dua periode mencoba menekan psikologis Prabowo agar menerima Gibran menjadi cawapres pada Pemilu 2029.
"Jadi, Jokowi coba menekan Prabowo secara psikologis dan politis untuk menerima Gibran jadi cawapresnya pada Pilpres 2029. Dengan begitu, Prabowo coba dikunci untuk tidak punya pilihan lain selain Gibran," kata mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu.
BACA JUGA: Partai Gema Bangsa Dukung Prabowo Maju Pilpres 2029, Bukan Keputusan Pragmatis
Jamiluddin menuturkan Jokowi sadar bahwa Gibran akan sulit menjadi Wapres RI jika tak berpasangan dengan Prabowo.
"Tanpa berpasangan dengan Prabowo, peluang Gibran menjadi wapres lagi relatif kecil, bahkan kecil kemungkinan sosok lain mau berpasangan dengan Gibran," kata dia.
BACA JUGA: Pertarungan Pilpres 2029 Berpotensi Lebih Cepat Terbentuk, Poros Mantan Presiden dan Kalkulasi Parpol Menguat
Sebelumnya, Jokowi di kediamannya, Solo, Jawa Tengah (Jateng) menyatakan dukungan bagi Prabowo-Gibran tetap menjabat sebagai Presiden dan Wapres RI selama dua periode.
"Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja," ucap Jokowi, Kamis (22/1) kemarin.
Sementara itu, para partai pendukung Prabowo di pemerintah belum menyatakan mendukung paket eks Menhan RI bersama Gibran. (ast/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan



