Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese kembali bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (6/2).
Albanese tiba pada pukul 09.00 WIB diiringi oleh 17 pasukan bermotor dan 80 pasukan berkuda. Setelah mengikuti serangkaian upacara penyambutan, Prabowo dan Albanese memasuki ruang pertemuan tete a tete.
Albanese mengatakan, dirinya langsung terbang ke Indonesia usai menghadiri sidang parlemen di Australia.
"Saya berkendara dari Canberra ke sini. Parlemen kita sedang bersidang minggu ini. Jadi, kami selesai... Saya menyelesaikan sesi tanya jawab sedikit lebih awal. Langsung ke bandara, langsung ke sini," kata Albanese.
Prabowo pun meminta maaf karena tidak dapat menjemput Albanese langsung di bandara. Ia menyebut pada saat kedatangan Albanese dirinya sedang ada agenda di Istana.
"Saya mohon maaf karena tidak menjemput Anda di bandara juga, tetapi saya ada pertemuan di Istana," ujarnya.
Albanese mengaku tak masalah. Bahkan, ia menekankan dirinya telah bertemu puluhan orang, tetapi hanya di Indonesia selalu disambut dengan hangat.
"Tidak, Tuan Presiden, ini sungguh luar biasa kita bisa bertemu. Saya telah bertemu puluhan orang dan kami selalu merasa sangat disambut di sini," kata Albanese.
Albanese melanjutkan, Indonesia dan Australia adalah kawan lama. Bahkan, ia sudah berkunjung ke Indonesia sebanyak 5 kali selama menjabat sebagai perdana menteri.
"Dan itu menunjukkan betapa eratnya hubungan kita. Dan hari ini dengan penandatanganan ini, kita akan membawa hubungan itu ke titik terkuat yang pernah ada dan itu sangat penting," tandasnya.


