JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat pengeluaran warga miskin di Jakarta pada 2025 masih didominasi oleh kebutuhan makanan.
Dari komponen Garis Kemiskinan Makanan (GKM), beras dan rokok kretek filter menjadi dua komoditas yang paling besar menyedot pengeluaran rumah tangga miskin.
“Pada September 2025 komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap GKM di DKI Jakarta adalah beras. Sumbangan beras terhadap GKM mencapai 24,44 persen, disusul oleh komoditas rokok kretek filter sebesar 12,53 persen,” ujar Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Kadarmanto, Kamis (5/2/2026).
Besarnya porsi pengeluaran untuk dua komoditas ini menunjukkan bahwa kebutuhan pokok dan kebiasaan konsumsi masih sangat memengaruhi kondisi ekonomi warga miskin di Jakarta.
Ayam dan telur termasukSelain beras dan rokok, sejumlah komoditas pangan lain juga memberikan sumbangan cukup besar terhadap Garis Kemiskinan Makanan.
Daging ayam ras tercatat menyumbang 7,75 persen terhadap GKM, disusul telur ayam ras sebesar 7,35 persen.
Baca juga: Jumlah Warga Miskin di Jakarta Berkurang 25.750 Orang
Kedua komoditas ini menjadi sumber protein utama dalam pola konsumsi rumah tangga miskin di Jakarta.
Sementara itu, komoditas makanan lainnya memberikan sumbangan di bawah 5 persen terhadap GKM. Di antaranya mi instan, kopi bubuk dan kopi instan sachet, roti, serta berbagai kebutuhan pangan lainnya.
Didominasi panganBPS menjelaskan, Garis Kemiskinan Makanan masih menjadi komponen terbesar dalam pembentukan garis kemiskinan di DKI Jakarta. Pada 2025, porsi GKM mencapai 69,30 persen dari total garis kemiskinan.
Kondisi tersebut menunjukkan perubahan harga dan pola konsumsi pangan masih sangat menentukan tingkat kemiskinan di Jakarta.
Secara keseluruhan, garis kemiskinan DKI Jakarta pada September 2025 tercatat sebesar Rp 897.768 per kapita per bulan.
Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin sebanyak 5,10 orang, kebutuhan pengeluaran minimum per rumah tangga miskin mencapai sekitar Rp 4,57 juta per bulan.
Baca juga: Beras dan Rokok Kretek Jadi Pengeluaran Terbesar Warga Miskin Jakarta
Warga miskin turunDi tengah dominasi pengeluaran pangan, BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Jakarta justru mengalami penurunan pada September 2025.
Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 439.120 orang. Angka tersebut turun 25.750 orang dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 464.870 orang.
Penurunan juga terjadi pada persentase penduduk miskin.





