Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemda NTT) resmi meluncurkan NTT Mart di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Kamis, 5 Februari 2026.
Kehadiran NTT Mart diharapkan menjadi wadah strategis pasar modern yang mampu menyerap produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program NTT Mart dibangun berdasarkan tiga kategori utama pengembangan produk unggulan daerah.
Kategori pertama adalah One Village One Product. Program ini difokuskan pada desa dan kelurahan agar masing-masing wilayah memiliki minimal satu produk unggulan yang dapat dipasarkan melalui NTT Mart.
“Kami akan fokus menerapkannya di desa atau kelurahan untuk menyiapkan produk unggulan, minimal satu produk yang bisa masuk ke NTT Mart. Dengan begitu, dari sekitar 250 produk desa dan kelurahan di Flores Timur, pengelolaannya bisa lebih variatif,” ujar Melki Laka Lena.
Kategori kedua, One Community One Product, membuka peluang bagi pelaku UMKM dari berbagai komunitas, lintas agama, maupun kelompok profesi seperti nelayan, komunitas pecinta alam, tenaga kesehatan, hingga aparat kepolisian.
Namun demikian, produk yang dipasarkan tetap harus memenuhi perizinan resmi dari instansi terkait, seperti dinas perdagangan, dinas kesehatan, atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kategori ketiga adalah One School One Product (OSOP), yang menyasar inovasi produk dari dunia pendidikan, khususnya tingkat SMA dan SMK di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi NTT.
“Saya sudah sampaikan, sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan Provinsi NTT minimal memiliki satu produk unggulan. Bentuknya bisa berupa buku karya siswa, seperti kumpulan puisi atau cerpen,” kata Gubernur NTT.
Flores Timur tercatat sebagai kabupaten ke-20 yang resmi meluncurkan NTT Mart. Saat ini, tersisa dua kabupaten yang belum dilaunching, yakni Kabupaten Alor dan Kabupaten Sabu Raijua.
Di Flores Timur sendiri, sebanyak 31 pelaku UMKM telah tergabung dengan total 970 jenis produk lokal. Seluruh produk tersebut akan dikelola oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Flores Timur di bawah koordinasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Flores Timur.
Melki Laka Lena berharap kehadiran NTT Mart dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM kelas menengah ke bawah. Menurutnya, NTT Mart menjadi solusi atas kendala selama ini, ketika produk lokal sulit menembus pasar modern.
“Melalui NTT Mart, sekitar 80 persen produk masyarakat akan diserap, dengan mekanisme keuntungan hanya 10 persen. Ini diharapkan benar-benar membantu pengusaha kecil agar produknya bisa bersaing di pasar modern,” ujarnya.
Editor: Redaktur TVRINews



