Era AI Bukan Menghapus Pekerjaan, Ini Profesi yang Justru Makin Dibutuhkan-Melek Teknologi

metrotvnews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kerap memunculkan kekhawatiran akan hilangnya banyak pekerjaan manusia. Namun para ahli menilai, AI bukan menghapus lapangan kerja, melainkan mengubah cara kerja dan jenis profesi yang dibutuhkan.

Mengutip laman World Economic Forum (WEF) dalam laporan Future of Jobs Report menyebutkan bahwa teknologi, termasuk AI dan otomatisasi, memang akan menggantikan sejumlah pekerjaan rutin. Meski demikian, perubahan ini juga membuka jutaan peluang kerja baru yang menuntut keterampilan berbeda.
 

Baca Juga :

Lulus Kuliah Tapi Masih Bingung? Ini Skill yang Dibutuhkan Fresh Graduate di Era AI
  Profesi Berbasis Teknologi dan Data Bidang teknologi menjadi salah satu sektor yang paling berkembang di era AI. Seiring meningkatnya ketergantungan industri terhadap sistem digital, sejumlah profesi semakin dibutuhkan, antara lain:
  • Data analyst
  • AI engineer
  • Software developer
  • Spesialis keamanan siber
Peran-peran ini menjadi krusial karena perusahaan membutuhkan analisis data dan sistem digital untuk mendukung pengambilan keputusan. Pekerjaan Kreatif Tetap Relevan Selain teknologi, sektor kreatif juga dinilai memiliki peluang besar. Laporan industri digital global menunjukkan bahwa kreativitas manusia masih sulit digantikan mesin. Profesi yang tetap dibutuhkan antara lain:
  • Content creator
  • Desainer grafis
  • Digital marketer
Kreativitas, storytelling, dan pendekatan emosional menjadi keunggulan manusia yang belum bisa sepenuhnya direplikasi oleh AI. Sektor Kesehatan dan Perawatan Terus Tumbuh Kebutuhan tenaga kerja di sektor kesehatan juga terus meningkat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, tenaga medis, perawat, dan caregiver masih sangat dibutuhkan, terutama seiring pertumbuhan populasi dan meningkatnya jumlah masyarakat lanjut usia. Pendidikan dan Pelatihan Kian Penting Perubahan teknologi membuat banyak pekerja harus mempelajari keterampilan baru agar tetap relevan. Kondisi ini membuka peluang bagi profesi di bidang:
  • Pendidikan
  • Pelatihan keterampilan
  • Mentor dan instruktur profesional
Tenaga pengajar menjadi kunci dalam membantu adaptasi tenaga kerja di era transformasi digital. Pekerjaan Berbasis Empati Sulit Digantikan Profesi yang menuntut empati dan komunikasi juga dinilai aman dari otomatisasi. Pekerjaan seperti:
  • Human resources
  • Konselor
  • Layanan pelanggan
Beberapa pekerjaan tersebut tetap membutuhkan sentuhan manusia untuk memahami emosi, konflik, dan kebutuhan individu.
 

Baca Juga :

AI Dinilai Berisiko? Meta Batasi Fitur AI untuk Pengguna Remaja-Melek Teknologi
  Tantangan Sebenarnya di Era AI Para ahli menilai, tantangan utama di era AI bukan sekadar kehilangan pekerjaan, melainkan kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi. Dengan keterampilan yang tepat dan kemauan berkembang, generasi muda justru memiliki peluang besar menjadikan transformasi digital sebagai pintu masuk menuju karier baru di masa depan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Sita Rp1,5 Miliar dalam OTT Restitusi Pajak di KPP Madya Banjarmasin
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Penguatan Dolar AS Berlanjut, Sukses Ganyang 6 Mata Uang Utama Dunia
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Erupsi Gunung Marapi Tak Ganggu Penerbangan, Bandara Minangkabau Pastikan Operasional Tetap Normal
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Soroti Masalah Tata Kelola, Moody’s Turunkan Proyeksi Peringkat Utang Indonesia
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Shayne Pattynama Jadi Orang Pertama yang Hubungi, Mauro Zijlstra Blak-blakan Soal Transfer ke Persija
• 27 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.