Yogyakarta: Gempa bumi magitudo (M) 6,4 mengguncang pesisir selatan Pulau Jawa, tepatnya di Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026, menyebabkan sejumlah perjalan kereta api di Daop 6 Yogyakarta berhenti. Langkah itu diambil demi keselamatan.
"Kereta api berhenti saat gempa sesuai prosedur keselamatan perjalanan kereta api," ujar Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, Jumat, 6 Februari 2026.
Baca Juga :
Warga Bantul DIY Panik, Rasakan Guncangan Kuat Gempa Pacitan"Semua KA baru mulai melanjutkan perjalanan setelah jalur dinyatakan aman dilalui," terang dia.
Pusat gempa Pacitan, Jawa Timur.
Sebanyak 14 perjalanan kereta api sempat mengalami berhenti luar biasa (BLB) dengan durasi antara 29 hingga 49 menit. Selanjutnya, pukul 02.04 WIB seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 telah kembali beroperasi setelah tim di lapangan menyatakannya aman untuk dilalui.
Gempa bumi M 6,4 berpusat di Pacitan, Jawa Timur, mengguncang pukul 01.10 WIB. Getaran gempa dirasakan kuat di Pacitan, Jawa Timur; Bantul dan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan skala IV MMI. Kemudian, guncangan juga dirasakan hingga wilayah Jawa Tengah dan Bali, yakni:
- III MMI: Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Lumajang, Bondowoso, Nganjuk, Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, Madiun
- II MMI: Surakarta, Tuban, Jepara; Denpasar, Bali



