Jakarta, ERANASIONAL.COM — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Kementerian, Badan, dan Lembaga terkait percepatan penanganan sampah nasional, Kamis (5/2/2026), di Ruang Rapat Utama Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Rakor ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional pada 2 Februari 2026.
Presiden menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam menangani kedaruratan sampah nasional serta mendorong pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Untuk itu, diperlukan transformasi dan percepatan penanganan sampah yang terstruktur dan sistematis.
Dalam rapat tersebut, Menko Zulhas menyampaikan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Danantara, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian ESDM tengah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
“PSEL ditargetkan mulai launching pada Maret 2026 dan groundbreaking pada Juni 2026 di lima lokasi, yaitu Kota Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Legok Nangka,” ujar Menko Zulhas.
Selain itu, sebanyak 12 lokasi lainnya juga tengah disiapkan dan akan diproses secara bertahap oleh Danantara mulai Maret 2026.
Menko Zukhas juga menekankan pentingnya pengembangan teknologi pengolahan sampah berskala kecil yang disesuaikan dengan karakteristik daerah.
Skema ini, dikatakan Menko Zulhas, dibagi ke dalam tiga kategori, yakni desa, kota/kabupaten kecil dan menengah, serta kabupaten/kota besar.
“Dalam waktu dekat akan dilaksanakan aksi bersih-bersih secara masif dan terstruktur untuk mendukung Gerakan Indonesia ASRI,” tandas Menko Zulhas.
Kegiatan ini akan dikoordinasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, TNI, Polri, serta pemerintah daerah.
Rakor tersebut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir.



