Solo: Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memproyeksikan kekurangan setidaknya 286 guru baru untuk jenjang SD hingga SMP sepanjang tahun 2026. Kebutuhan itu muncul sebagai dampak dari ratusan guru yang memasuki masa pensiun pada tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Dwi Ariyatno, menjelaskan angka tersebut merupakan proyeksi total pengurangan jumlah guru dari Januari hingga Desember 2026.
"Kebutuhan sampai Desember 2026 itu sebanyak 286 guru. Itu merupakan proyeksi pengurangan guru selama Januari hingga Desember 2026 yang memang belum disiapkan penggantinya," ujar Dwi Ariyatno di Solo, Kamis, 5 Februari 2026.
Selain pensiun, penyebab lain kekurangan guru adalah meninggal dunia, mutasi, dan promosi jabatan. Proses penambahan guru sempat terkendala aturan yang melarang pengangkatan tenaga Non-Aparatur Sipil Negara (Non-ASN).
Baca Juga :
Siswa SD Akhiri Hidup di NTT Jadi Atensi Prabowo
"Secara fakta, pengurangan terjadi karena pensiun, meninggal dunia, mutasi, hingga promosi. Semua itu sudah kami proyeksikan sejak awal Januari sampai Desember nanti," beber Dwi.
Menyikapi kendala tersebut, Dinas Pendidikan tengah menyiapkan skema alternatif melalui sistem kontrak ahli perorangan untuk memenuhi kebutuhan guru.
"Memang ada kendala karena adanya larangan pengangkatan Non-ASN. Namun, tadi sudah kami sampaikan bahwa dimungkinkan untuk menggunakan mekanisme kontrak ahli perorangan. Kami juga sudah berkonsultasi dengan bagian pengadaan terkait hal ini," ungkap Dwi.
Ilustrasi Medcom.id
Di sisi lain, Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan penambahan guru akan menjadi fokus utama di tahun 2026, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP.
"Kita sedang buat road map-nya. Kita pikirkan kesejahteraan yang layak serta peningkatan kualitas tenaga pendidik dalam kegiatan belajar mengajar, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana," ungkap Respati.



