MerahPutih.com - Ramadan harus menjadi momentum strategis untuk menanamkan kebiasaan baik pada anak-anak. Untuk itu, Pemerintah memberlakukan kebijakan dalam sehari siswa satu jam tidak menyentuh gajet atau gawai ponsel selama bulan suci itu.
“Ramadhan ramah anak harus diisi dengan aktivitas yang membangun karakter, termasuk Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, gerakan satu jam tanpa gawai," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK ) Pratikno dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Jakarta, Kamis (5/2).
Fokus Pembangunan Karakter SiswaPratikno menambahkan pemerintah menetapkan pembelajaran Ramadan 2026 fokus pada penguatan nilai keagamaan, pembentukan karakter, serta kegiatan sosial. “Kita ingin anak-anak belajar empati, gotong royong, dan kepedulian sosial," imbuhnya, dikutip Antara.
Menurut dia, pembentukan karakter siswa ini melalui kegiatan sosial seperti berbagi takjil, penyaluran zakat dan santunan, serta lomba keagamaan selama bulan Ramadan.
Untuk itu, Pemerintah menitikberatkan pada penguatan nilai keagamaan, pembentukan karakter, serta pemenuhan hak belajar peserta didik secara berimbang. "Ramadan ramah anak harus diisi dengan aktivitas yang membangun karakter,” tandas Pratikno.
3 Skema Pembelajaran Ramadan 2026Skema pembelajaran Ramadan 2026 yang ditelah ditetapkan pemerintah itu berlaku 18 Februari–27 Maret 2026. Berikut detailnya:
- 18–20 Februari 2026: Pembelajaran di luar satuan pendidikan (kegiatan sosial, lapangan, atau keagamaan).
- 23 Februari–16 Maret 2026: Pembelajaran tatap muka di sekolah dengan penyesuaian jam belajar.
- 23–27 Maret 2026: Libur pasca-Ramadhan.
Kegiatan untuk siswa Muslim mencakup tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, kajian keislaman, hingga Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Sementara itu, siswa non-Muslim difasilitasi dengan bimbingan rohani sesuai keyakinan masing-masing. (*)


