Kredit Perbankan 2025 Naik 9,63%, OJK Bidik Tembus 12% pada 2026

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga Desember 2025, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,63% secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan November 2025 yang sebesar 7,74% yoy, dengan total penyaluran kredit mencapai Rp8.586 triliun.

Pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit investasi yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 20,81% yoy. Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 6,58% yoy dan kredit modal kerja meningkat 4,52% yoy. 

Dari sisi kepemilikan, kredit bank milik negara (BUMN) tumbuh 11,61% yoy, sedangkan berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh signifikan sebesar 15,44% yoy.

Seiring dengan peningkatan penyaluran kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatat pertumbuhan solid sebesar 13,83% yoy menjadi Rp10.059 triliun. Pertumbuhan DPK didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13% yoy, deposito 14,28% yoy, serta tabungan 8,19% yoy.

Likuiditas industri perbankan tetap berada pada level yang memadai. Rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 126,15% dan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 28,57%, jauh di atas ambang batas yang ditetapkan. Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level tinggi sebesar 200,97%.

Dari sisi risiko, kualitas kredit perbankan tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,05% dan NPL net 0,79%. Loan at Risk (LaR) juga menunjukkan tren penurunan menjadi 8,77%.

Baca Juga

  • Kredit Bank Mandiri Tumbuh 13,4% hingga Desember 2025, Tembus Rp1.894 Triliun
  • Duh! Penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor Kian Terpuruk, Apa Sebabnya?
  • Laba BNI (BBNI) Diprediksi Pulih pada 2026, Ditopang Akselerasi Pertumbuhan Kredit

Sementara itu, tingkat profitabilitas perbankan tercermin dari rasio return on assets (ROA) sebesar 2,53%, dengan permodalan yang kuat tercermin dari capital adequacy ratio (CAR) sebesar 25,89%.

Melihat capaian tersebut, OJK optimistis tren pertumbuhan kredit perbankan dapat berlanjut pada 2026. Dalam outlook yang disampaikan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, OJK memproyeksikan kredit perbankan tumbuh di kisaran 10% sampai dengan 12% pada tahun depan, seiring dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang diperkirakan berada pada kisaran 7% sampai 9%.

Perbankan Jadi Kontributor Terbesar Pembiayaan Pembangunan

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan capaian tersebut menunjukkan sektor jasa keuangan tetap solid di tengah meningkatnya multipolarisme kebijakan global sepanjang 2025.

“Kalau kita melihat kondisi fundamental perekonomian dan juga kinerja sektor jasa keuangan sangat solid menjadi modalitas yang sangat penting untuk kelanjutan kita ke depan,” ujar Friderica dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan OJK, Kamis (5/2/2026).

Dia menambahkan berbagai program prioritas pemerintah yang berjalan telah menjadi motor penggerak perekonomian nasional. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,11% pada 2025.

"Kami sampaikan bahwa kontribusi pembiayaan pembangunan oleh lembaga jasa keuangan mencapai Rp9.540 triliun, utamanya kredit perbankan yang tumbuh 9,53%, indikator likuiditas profil risiko dan solvabilitas industri jasa keuangan terpantau solid," sebutnya.

Friderica menjelaskan, indikator likuiditas, profil risiko, dan solvabilitas industri jasa keuangan terpantau tetap solid. Kondisi ini mengindikasikan kapasitas yang besar bagi sektor keuangan untuk terus melanjutkan pembiayaan pembangunan.

Menurutnya, sinergi antara OJK dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, serta Lembaga Penjamin Simpanan dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), bersama seluruh pelaku industri jasa keuangan, berkontribusi signifikan terhadap capaian tersebut.

Memasuki 2026, OJK mencermati meningkatnya fragmentasi geopolitik dan geoekonomi yang memicu pergeseran kualitas perdagangan dan pola aliran modal global. Meski demikian, Indonesia dinilai tetap resilien dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4% pada 2026.

Untuk mendukung kondisi tersebut, OJK menetapkan penguatan ketahanan sektor jasa keuangan sebagai fokus kebijakan utama. Tahun 2026 menjadi fase krusial dalam agenda pemenuhan modal minimum lembaga jasa keuangan guna membentuk struktur industri yang lebih kuat dan kompetitif.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ancaman Serius Tito Karnavian ke Daerah yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana, Warga Bisa Semakin Dirugikan
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Iran Siap Tutup Nuklir, AS Siapkan Serangan Mematikan — Permainan Berbahaya Trump Dimulai
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Prabowo Ajak Australia Investasi di Sektor Pengolahan Nikel-Emas
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Link Live Streaming PSIM vs Persis di Derbi Mataram, Kick Off Laga Sore Ini Jam 15.30 WIB
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Jelang Ramadhan 2026, Bisnis Ini Diprediksi Paling Dicari
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.