Ancaman Serius Tito Karnavian ke Daerah yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana, Warga Bisa Semakin Dirugikan

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengingatkan pemerintah daerah agar segera menyerahkan data penerima bantuan pascabencana. Ia menegaskan tidak akan menunggu daerah yang lamban mengirimkan data penerima manfaat bantuan perumahan.

Tito menyatakan, pemerintah pusat akan bersikap tegas terhadap Pemda yang tidak segera menyampaikan data.

Bahkan Tito mengancam, daerah yang terlambat mengirimkan data penerima bantuan rumah berisiko tidak diikutsertakan dalam penyaluran bantuan dan akan diumumkan secara terbuka kepada publik.

“Pemda yang cepat [mengirim data] saya berikan apresiasi. Jujur sudah saya sampaikan kalau nanti sampai dua mingguan datanya nggak dikasih kepada kita, saya akan tinggal. Kabupaten/kota itu akan saya tinggal, warganya nggak masuk dalam penerima karena tidak diberikan data oleh bupatinya. Dan saya akan muat di publik,” ujar Tito saat meresmikan hunian sementara di Simarpinggan, Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dikutip Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema bantuan perumahan yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah warga.

Bantuan stimulan sebesar Rp15 juta disalurkan untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rumah rusak sedang, serta hunian tetap bagi rumah yang mengalami kerusakan berat atau hilang.

Selama proses pembangunan hunian tetap berlangsung, pemerintah menyediakan hunian sementara bagi para korban bencana.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian bagi korban yang memilih tidak tinggal di hunian sementara dan memutuskan menyewa rumah atau tinggal bersama keluarga. Dana tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan dan diberikan sekaligus untuk tiga bulan dengan total Rp1,8 juta.

Tito menambahkan, Kementerian Sosial turut menyiapkan bantuan tambahan berupa uang perabot sebesar Rp3 juta, bantuan stimulan ekonomi senilai Rp5 juta, serta bantuan lauk-pauk atau jaminan hidup sebesar Rp15.000 per orang per hari.

Selain sektor perumahan, pemerintah juga menyiapkan skema pemulihan ekonomi bagi masyarakat yang sawah atau kebunnya terdampak bencana.

Salah satu bentuknya adalah bantuan stimulan sebesar Rp5 juta bagi warga yang lahannya rusak sambil menunggu pelaksanaan program revitalisasi sawah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Modus Korupsi Importasi Bea Cukai, Barang KW Lolos Tanpa Pemeriksaan
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Jaecoo Gelar Program Co-Creation J5 EV, Ajak Konsumen Kembangkan Desain dan Fitur Mobil
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemensos Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Bantuan Korban Tanah Bergerak di Tegal
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Hakim Vonis Terdakwa AMF 3,5 Tahun Penjara Kasus Pencabulan Santriwati di Kota Batu 
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Terjun ke Sinetron untuk Pertama Kalinya, Kiki Narendra Siap Hadapi Tantangan
• 27 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.