VIVA – Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar membagikan kisah pendekatannya dalam membangun kedekatan dengan pemain asing, termasuk rekrutan anyar Layvin Kurzawa, di Bandung.
Umuh mengatakan, ia berkomitmen membantu mantan bek PSG itu beradaptasi selama berkarier di Persib. Pendekatan emosional dilakukan melalui aktivitas sederhana seperti makan bersama hingga berbincang santai di luar lapangan.
“Kalau saya biasa ngajak pemain itu makan, lalu ngobrol-ngobrol. Cerita pemain-pemain asing Persib di masa dulu seperti apa,” ujar Umuh di YouTube Persib, dikutip Jumat 6 Februari 2026.
- VIVA.co.id/Dede Idrus (Bandung)
Ia mencontohkan kedekatannya dengan mantan gelandang Persib sekaligus eks bintang Chelsea, Michael Essien. Menurutnya, hubungan yang terjalin bahkan sudah seperti keluarga, hingga Essien menganggapnya sebagai ayah angkat.
Kedekatan serupa juga terjadi dengan sejumlah pemain asing lain. Umuh menyebut mantan pemain Persib, Redouanne Barkaoui (2006-2008), masih menjalin komunikasi dengannya hingga kini.
“Sampai sekarang kalau nelpon kapanpun pasti diangkat. Tanda persahabatan orang tua kepada anak,” katanya.
Pendekatan yang sama, lanjut Umuh, akan diterapkan kepada Layvin Kurzawa. Ia berencana mengajak bek asal Prancis tersebut berkeliling Bandung, menikmati kuliner, hingga mengakomodasi kebutuhan keluarga jika ikut datang.
“InsyaAllah, saya akan ajak juga dia jalan-jalan, makan di mana terserah dia. Kesenangan mereka apa. Di Bandung banyak, tinggal pilih,” ujarnya.
Kurzawa sendiri resmi bergabung dengan Persib Bandung pada bursa BRI Super League 2025/2026 dengan status bebas transfer. Bek 33 tahun itu sebelumnya sempat tanpa klub, namun reputasinya sebagai pemain yang pernah merumput dengan Lionel Messi, Mbappe hingga Neymar membuat transfernya menyita perhatian.
Berdasarkan data Transfermarkt, Kurzawa masih memiliki nilai pasar sekitar Rp13,04 miliar. Kehadirannya turut mendongkrak nilai pasar Persib secara keseluruhan.
Saat ini, Persib Bandung tercatat sebagai klub dengan nilai pasar tertinggi keempat di Asia Tenggara, dengan total market value mencapai Rp136,63 miliar.





