Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik anjlok pada pembukaan perdagangan Jumat, 6 Februari 2026. Koreksi tajam tertekan amblasnya indeks Kospi Korea Selatan akibat berjatuhan saham-saham teknologi.
Indeks Kospi Korea Selatan anjlok hingga 5 persen di awal sesi perdagangan hari ini. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham berkapitalisasi kecil terpantau melemah 3,65 persen.
Saham-saham unggulan indeks Kospi, Samsung Electronics dan SK Hynix, masing-masing turun 3,39 persen dan 3,68 persen. Saham Hyundai Motor ikut merosot sebesar 5,42 persen.
Koreksi juga melanda saham unggulan di sektor pertahanan. Saham Hanwha Aerospace terjun 5,87 persen sementara saham LG Energy Solution kehilangan 3,67 persen.
- pexels.com/Leeloo The First
Penurunan ini sangat berdampak besar lantaran bursa Korea Selatan didominasi oleh saham perusahaan-perusahaan di industri chip dan otomotif. Sektor tersebut mengalami fluktuasi tajam dalam seminggu terakhir karena memburuknya sentimen terhadap saham-saham teknologi.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 Jepang tergerus 0,57 persen yang menjadi penurunan hari ketiga berturut-turut. Indeks Topix yang berbasis luas sedikit menguat.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga menunjukkan pelemahan sebesar 1,83 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong berjangka jatuh ke posisi 26.510.
Saham teknologi di bursa Amerika Serikat (AS) juga terbakar.
Saham Alphabet melemah 0,5 persen dan saham Qualcomm merosot lebih dari 8 persen setelah merilis perkiraan yang lebih lemah dari yang diharapkan akibat kekurangan pasokan memori.
Semalam di AS, Indeks Dow Jones Industrial Average tergerus 1,20 persen dan indeks S&P 500 melemah 1,23 persen. Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi mengalami penurunan 1,23 persen bahkan sempat mencatat penurunan terbesar, yakni sebesar 1,59 persen.





