UNISA Yogyakarta Benarkan Dugaan Kekerasan Mahasiswa, Prioritaskan Pemulihan Kondisi Korban

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dugaan kasus kekerasan yang melibatkan mahasiswa Program Sarjana Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta terhadap kekasihnya viral di media sosial. Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan sedang ditangani Polresta Sleman.

Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun menyampaikan laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh Satreskrim.

"Perkara sudah ditangani oleh Satreskrim Polresta Sleman. Proses masih tahap penyelidikan," kata Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).

Sementara itu, UNISA Yogyakarta membenarkan adanya insiden dugaan kekerasan yang melibatkan dua mahasiswanya. Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Bidang Kemahasiswaan UNISA Yogyakarta, Wantonoro, mengakui bahwa kedua pihak yang terlibat merupakan mahasiswa UNISA. Pernyataan ini sekaligus menanggapi ramainya perbincangan di media sosial setelah unggahan akun X @AgiKristianto viral dan meminta keadilan bagi korban.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Sebagai bentuk tanggung jawab kami, karena keduanya merupakan mahasiswa kami, kami turut prihatin dan tentu menyesalkan kejadian ini," kata Wantonoro, dalam keterangan resminya, Kamis.

Setelah melakukan identifikasi, pihak kampus memanggil terduga pelaku untuk klarifikasi. Dalam pertemuan tersebut, terduga pelaku mengakui perbuatannya.

"Pelaku sudah kami panggil ke kampus dan mengakui perbuatannya serta menyadari bahwa perilaku tersebut merupakan hal yang tidak pantas," ucapnya.

UNISA Yogyakarta juga mendorong terduga pelaku untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada korban dan keluarga. Meski demikian, kampus menegaskan bahwa penegakan tata aturan tetap diberlakukan tanpa pandang bulu.

Proses penindakan terhadap terduga pelaku saat ini, masih dalam koordinasi internal dan diproses melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

"Kami sebagai institusi pendidikan memiliki aturan yang kami tegakkan untuk pelaku, dan ini sedang dalam koordinasi internal. Kami bertugas mengarahkan dan menegakkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh mahasiswa," ungkapnya..

Di sisi lain, kampus juga memprioritaskan pemulihan kondisi korban. UNISA Yogyakarta telah menemui korban dan keluarga secara langsung serta memfasilitasi pendampingan intensif melalui Biro Layanan Psikologis (BLP), termasuk dukungan psikologis, kesehatan fisik, dan pendampingan lanjutan agar korban merasa aman.

"Kami melakukan respons cepat dengan memberikan dukungan baik secara fisik maupun psikologis" ujarnya.

Kronologi Kejadian

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah akun X @AgiKristianto membagikan sebuah video serta tangkapan layar percakapan yang memperlihatkan adanya luka-luka pada tubuh korban.

Dari video yang beredar, korban diduga mengalami kekerasan fisik berat, seperti diinjak pada bagian tangan dan tulang ekor, diseret ke kamar mandi, disiram air, serta mengalami penarikan rambut dan pemukulan. Unggahan yang dibagikan oleh kakak korban tersebut juga memuat tangkapan layar percakapan yang mengarah pada rencana pelaporan kasus ke ranah hukum.

Selain itu, dari salah satu percakapan terungkap identitas terduga pelaku bernama Adi Haryanto, yang diduga merupakan anak dari Kepala Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Belum diketahui secara pasti apa yang memicu aksi kekerasan yang dilakukan tersebut.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perpres MBG Wajibkan SPPG Serap UMKM, Sudah 24.000 Pelaku Terlibat
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
4 Cara Mendidik Anak agar Tidak Suka Bohong, Orang Tua Wajib Tahu
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Indonesia–Australia Perluas Kolaborasi Pendidikan dan Riset untuk Daya Saing Global
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Rutinitas Pagi untuk Cegah Burnout
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
BEI Soroti Pergerakan Tak Wajar Saham RISE, AGII dan NZIA
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.