Kucing Relatif Kebal terhadap Tetanus

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

Untungnya, kucing—dan dalam tingkat yang lebih rendah, anjing—memiliki ketahanan yang sangat tinggi terhadap tetanus

Lee Pickett

Tanya: Ketika kucing saya terluka di luar rumah, dokter hewan memberinya suntikan penguat rabies, untuk berjaga-jaga jika luka tersebut disebabkan oleh hewan rabies, tetapi tidak memberikan suntikan tetanus. Ketika saya sendiri terluka saat berkebun, dokter langsung memberi saya suntikan tetanus. Apakah saya perlu meminta suntikan tetanus juga untuk kucing saya?

Jawab: Tidak perlu, karena kucing sangat jarang terkena tetanus.

Tetanus berkembang ketika bakteri bernama Clostridium tetani—yang dapat bertahan selama bertahun-tahun di tanah dan debu—masuk ke dalam luka terbuka.

Bakteri ini kemudian menghasilkan racun saraf yang disebut tetanospasmin, yang merambat melalui saraf menuju sumsum tulang belakang dan otak. Dalam waktu lima hingga sepuluh hari, racun ini menyebabkan kekakuan otot, kekejangan, spasme, dan tremor. Jika berujung pada kematian, penyebabnya biasanya adalah gagal napas.

Rahang terkunci (lockjaw), istilah umum untuk tetanus, menggambarkan kekakuan otot rahang yang membuat penderitanya tidak bisa makan dan terkadang bahkan tidak bisa bernapas.

Untungnya, kucing—dan dalam tingkat tertentu juga anjing—sangat tahan terhadap tetanus, terutama jika dibandingkan dengan manusia dan kuda. Hal ini karena racun tetanus tidak mudah berikatan dengan saraf kucing dan anjing.

Dalam kasus yang sangat jarang jika seekor kucing terinfeksi, pengobatan meliputi antibiotik dan antitoksin tetanus.

Manusia divaksinasi tetanus sejak kecil dan kemudian setiap 10 tahun sekali untuk mencegah penyakit ini, yang jika tidak dicegah bisa berakibat fatal.

Sebagian besar dokter yang menangani manusia yang digigit kucing atau anjing merekomendasikan suntikan penguat tetanus bukan karena hewan peliharaan menularkan tetanus, melainkan karena spora tetanus yang sangat banyak di lingkungan dapat masuk melalui luka apa pun.

Tanya: Anjing saya, Rosie, sering terlihat “bersalah” saat saya pulang kerja. Ia menundukkan kepala, menurunkan telinga, mengalihkan pandangan, dan menyelipkan ekornya. Dulu, ketika ia menunjukkan sikap seperti itu, saya sering menemukan ia mengobrak-abrik tempat sampah atau menggigit bantal, lalu saya menghukumnya.
Sekarang, meski ia tetap terlihat bersalah, saya tidak menemukan apa pun yang rusak. Apakah ia mungkin buang air kecil di karpet? Jika iya, bagaimana cara menemukannya?

Jawab: Saya ragu Rosie buang air kecil di rumah saat Anda pergi. Namun, teruslah membaca dan saya akan menjelaskan cara menemukan noda urine yang tidak terlihat, bahkan yang sudah kering.

Pertama, mari kita bahas bahasa tubuhnya. Bisa jadi Anda salah menafsirkannya—mengira ia merasa bersalah, padahal sebenarnya ia bersikap tunduk.

Rosie telah belajar bahwa ketika Anda pulang, ia akan dimarahi. Kemungkinan besar ia bersikap tunduk untuk mencegah hukuman.

Pada kenyataannya, hukuman yang diberikan setelah kejadian tidak mengajarkan Rosie apa yang tidak boleh dilakukan. Hukuman itu hanya mengajarkannya untuk takut kepada Anda.

Agar efektif, hukuman harus diberikan dalam satu hingga dua detik sejak perilaku buruk dimulai, dan harus dilakukan setiap kali Rosie berbuat salah. Hal ini jelas tidak mungkin dilakukan saat Anda tidak berada di rumah.

Bahkan jika dilakukan dengan benar, hukuman bukanlah alat pelatihan yang efektif. Mengajarkan perilaku yang benar sejak awal adalah metode terbaik.

Jika Rosie melakukan sesuatu yang salah, segera alihkan perhatiannya dan dorong ia melakukan hal yang benar. Misalnya, jika ia mulai menggigit bantal, lemparkan mainan kunyah favoritnya untuk mengalihkan perhatian dan mendorongnya mengambil serta menggigit mainan tersebut. Jika ia hendak buang air kecil di dalam rumah, segera bawa keluar ke “tempat buang air” dan perintahkan, “ayo pipis.” Saat ia melakukannya, pujilah.

Jika ia buang air kecil di dalam rumah saat Anda pergi, jangan menghukumnya ketika Anda pulang.

Untuk menemukan noda urine, belilah lampu hitam (black light) murah di toko yang menjual poster fluoresen. Gelapkan rumah dan sorotkan lampu tersebut ke karpet. Noda urine—meskipun sudah kering—akan berpendar warna kuning kehijauan. Bersihkan dengan pembersih enzimatik seperti Nature’s Miracle atau Simple Solution.

Pembaca yang terhormat: Kami ingin mendengar dari Anda. Topik apa yang ingin Anda baca? Silakan kirimkan masukan dan tips Anda ke [email protected].

Lee Pickett, VMD, menjalankan praktik kedokteran hewan untuk hewan pendamping di North Carolina. Hubungi beliau di AskTheVet.pet.
Hak cipta © 2024 Lee Pickett, VMD. Didistribusikan oleh Creators.com.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Di balik langkah percepatan pembangunan NTB
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Dua Warga Bandung Tewas Tertimbun di Bangunan Eks Penggilingan Padi, Polisi Sebut Cari Harta Karun
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia Arena Full House! Dukungan Penuh untuk Timnas Futsal Indonesia, Tiket Final Piala Asia 2026 Sold Out
• 4 jam lalubola.com
thumb
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem hingga April
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
[FULL] Polisi Ungkap Uang Cacahan di TPS Bekasi Milik Bank Indonesia: Uang Lama untuk Dimusnahkan
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.