Pulau Penyengat Didorong Jadi Pusat Wisata Halal Terbesar ASEAN

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Menteri Pariwisata (Menpar) RI Widiyanti Putri Wardhana ingin menjadikan Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sebagai pusat wisata halal dan Muslim terbesar di kawasan ASEAN.

"Hari ini, kita berada di Bumi Gurindam 12, tanah kelahiran Raja Ali Haji, seorang ulama dan pujangga besar Riau-Lingga. Pantun, syair, dan pedoman bahasanya menjadi cikal bakal bahasa Indonesia yang kita gunakan sebagai bahasa persatuan hingga hari ini," kata Menpar Widiyandi, saat berkunjung ke Pulau Penyengat beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Antara.

Widiyanti juga berharap Pulau Penyengat semakin terkenal, sekaligus mampu menarik lebih banyak wisatawan dalam maupun luar negeri datang kemari, terutama di negara-negara Muslim.

Kementerian Pariwisata, kata Widiyanti, berkomitmen mempromosikan Pulau Penyengat ke mancanegara, karena memiliki histori dan sejarah yang luar biasa. Termasuk memperbanyak program-program pariwisata nasional di pulau tersebut.

Pulau mungil yang terletak di seberang pusat Kota Tanjungpinang itu mencerminkan integrasi antara kekayaan budaya, nilai religius, dan potensi ekonomi masyarakat.

"Sebagai pusat peradaban Melayu Islam pada abad ke-19, Pulau Penyengat memiliki makna historis dan kultural yang mendalam. Makanya, kami optimistis pulau ini akan menjadi pusat wisata halal dan Muslim yang terbesar di kawasan ASEAN," ujarnya.

Dalam kunjungan perdana ini,Widiyanti turut menyerahkan sertifikat halal produk untuk 24 pelaku UMKM di Pulau Penyengat.

Dengan adanya sertifikasi halal ini, diharapkan semua produk-produk UMKM tersertifikasi halal, sehingga menarik minat wisatawan mancanegara, khususnya agama Muslim.

"Selain itu, turut mendorong daya saing produk lokal untuk menjangkau pasar global," tutur Widiyanti.

Pulau Penyengat Favorit Wisatawan

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan pihaknya terus berupaya mempercantik Pulau Penyengat, mulai dari pembangunan infrastruktur, eksplorasi budaya dengan story telling yang bagus, serta mengembangkan 44 situs sejarah di pulau tersebut.

Pemprov Kepri bersama seluruh stakeholder juga gencar promosi serta memperbanyak agenda wisata di Pulau Penyengat, baik di siang maupun malam hari.

Menurut Ansar, Pulau Penyengat menjadi salah satu destinasi wisata favorit turis asing, terutama dari Malaysia dan Singapura.

Pihaknya juga menggaet wisatawan nusantara ke Pulau Penyengat supaya mereka tahu bahwa di sini banyak sejarah yang memberikan kontribusi buat negeri ini, terutama bahasa persatuan bahasa Indonesia.

"Kita sangat yakin Pulau Penyengat terus berkembang jadi pusat pariwisata halal, apalagi sudah dua kali dapat predikat desa wisata rintisan terbaik pertama nasional," ujar Ansar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Nadya Noor Ungkap Alasan Pilih Dandelion dan Kolibri untuk Ilustrasi Spesial Ulang Tahun ke-56 Gramedia
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Kasus Importasi, KPK Bongkar Oknum Bea Cukai Siapkan Safe House Simpan Uang Logam Mulia
• 4 jam laluokezone.com
thumb
KPK Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Restitusi Pajak di KPP Madya Banjarmasin, Ini Rinciannya
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kenneth Sidak Jalan Rusak di Flyover Pesing, Ini Temuannya
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Bacalah Doa sebelum Lakukan Hubungan Suami-Istri
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.