Tidak hanya mengerjakan ilustrasi pada logo, Nadya juga turut merancang ilustrasi untuk beberapa merchandise resmi Gramedia. Dalam proses kreatifnya, ia menanamkan filosofi khusus melalui pemilihan elemen visual tersebut.
Nadya menjelaskan bahwa ia sempat merasa bingung saat pertama kali menerima tema yang diberikan Gramedia. Namun, ia mencoba memahami konsep tersebut dengan mengaitkannya dengan tema tahun sebelumnya.
"Jadi kalau untuk ketika pertama kali dilempar ‘tumbuh bermakna’ sebenarnya juga agak bingung ya, tapi udah cukup familiar karena di tahun sebelumnya Gramed juga membawakan ‘tumbuh bersama’ kalau nggak salah ya," ujarnya saat berada di Gramedia Jalma, Jakarta Selatan pada Kamis (5/2/2026).
Ia juga merasa memiliki keterkaitan dengan ilustrator yang mengerjakan proyek Gramedia sebelumnya. Menurutnya, kesamaan gaya ilustrasi membuat konsep yang ia kembangkan terasa selaras.
"ketika itu juga ilustratornya kebetulan teman-teman saya juga, jadi kayaknya bisa selaras gitu, karena kebetulan memang gaya ilustrasinya mirip. Tapi lagi-lagi kan mesti memikirkan filosofi yang cukup dalam ya," tuturnya.
Dalam menentukan konsep visual, Nadya mengaku memilih elemen yang dekat dengan minat pribadinya. Ia dikenal menyukai ilustrasi tanaman dan bunga-bungaan, sehingga menjadi inspirasi utama dalam karyanya.
"Karena aku sukanya menggambar tanaman dan mungkin dekat dengan bunga-bungaan jadi aku cari coba unit terkecil yang mungkin jarang diperhatikan orang gitu ya, tetapi sebenarnya dia itu spreading ke mana-mana gitu," katanya.
Ia kemudian mengaitkan filosofi tersebut dengan perkembangan Gramedia yang semakin luas. Menurut Nadya, Gramedia telah hadir di berbagai lapisan masyarakat hingga dikenal oleh banyak pembaca baru.
"Jadi aku melihat Gramedia itu sebenarnya udah ada di mana-mana, dan tahun ini semakin ke mana-mana gitu. Semakin ke unit terkecil, mulai dari industri buku sampai pembaca baru pun pasti kenal sama Gramedia." Ungkapnya.
Pemilihan bunga dandelion pun memiliki makna tersendiri dalam konsep ilustrasi tersebut. Bunga ini dianggap melambangkan penyebaran yang luas dan alami.
"Jadi aku membawakan awalnya memang dandelion. Dandelion itu kan dia berkembang biak sendiri sebenarnya, tapi dia diterbangkan angin. Jadi oh ke mana-mananya udah dapat, tapi kok kayaknya belum kerasa apa ya, medium persebarannya itu kayaknya butuh digambarkan juga," tuturnya.
Untuk memperkuat konsep penyebaran tersebut, Nadya menambahkan elemen burung kolibri dalam ilustrasinya. Burung ini dianggap sebagai perantara yang membantu proses penyebaran dan pertumbuhan.
"Jadi aku mengajukan konsep juga gimana kalau dia anggapannya sebagai medium gitu. Jadi aku kepikiran burung kolibri yang membawakan dari satu ke bunga lain membantu bunga itu berkembang, berkembang biak," ujarnya.
"Tapi sebenarnya dua konsep ini di alam tuh nggak nyatu gitu. Dandelion dan burung tidak bertemu sebenarnya. Tapi secara visual bisalah ya," lanjutnya.
Melalui ilustrasi tersebut, Nadya berharap karyanya dapat memberikan kesan ceria dan mudah diterima oleh masyarakat luas. Ia juga berharap visual yang dibuat mampu menjangkau berbagai kalangan usia.
"Ternyata bisa diwujudkan dengan flow dan tema yang mungkin, karena gambar-gambarku juga cheerful ya. Jadi semoga bisa diterima khalayak umum yang lebih luas mulai dari anak-anak sampai orang tua juga, mungkin harapannya bisa inklusif dan bisa diterima oleh semua kalangan," tutupnya.(*)
Artikel Asli



