Sebanyak 12 orang warga Kabupaten Bantul mengalami luka-luka akibat rusaknya bangunan maupun panik saat gempa Pacitan dini hari tadi, Jumat (6/2). Gempa berkekuatan 6,5 magnitudo menggucang Pacitan dini hari.
"(Korban) Manusia itu ada yang patah tulang maupun luka ringan. Itu jumlahnya 12 orang," kata Kalak BPBD Kabupaten Bantul Mujahid Amrudin melalui sambungan telepon.
Para korban saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit di Bantul dan ada satu orang dirawat di rumah sakit di Sleman karena tempat tinggalnya berbatasan dengan Kabupaten Sleman.
Panik, Tabrak Tembok, PingsanSalah satu korban dari Kapanewon Piyungan berinsial S mengalami patah tulang setelah panik menabrak tembok.
"Semalam (korban) lari lalu menabrak tembok, pingsan, lalu dibawa ke RSUD Prambanan (Sleman). Alhamdulillah pagi ini sudah siuman tapi tetap masih diobservasi untuk rawat inap," kata Mujahid.
Korban yang mengalami luka mayoritas sedang tidur dan belum sempat lari saat gempa terjadi.
"Karena itu jam 01.00 lebih sedikit jam tidur masyarakat," katanya.
13 Bangunan RusakMujahid mengatakan dampak gempa semalam berdasarkan data sampai pagi ini ada 13 bangunan yang mengalami kerusakan.
"Jadi ada rumah penduduk 7, sampai data sampai tadi jam 08.00, ya. Kami masih meng-update data terus. Lalu ada bangunan pemerintah 4, lalu ada bangunan masjid 2," katanya.
Bangunan instansi yang terdampak ini meliputi sekolah dan BB Labkesmas Yogyakarta yang ada di Banguntapan.
Kapanewon atau kecamatan yang terdampak gempa ini meliputi Kapanewon Pleret, Kapanewon Srandakan, Kapanewon Jetis, Kapanewon Banguntapan, dan Kapanewon Piyungan.




