Danantara Bakal Lanjut Groundbreaking Proyek Hilirisasi pada Maret-April 2026

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Danantara Indonesia akan melanjutkan groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk proyek hilirisasi fase 2 pada Maret atau April tahun ini.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan saat ini pihak-pihak yang terlibat dalam pengerjaan proyek hilirisasi fase 2 tengah bekerja maksimal jelang peletakan batu pertama, meskipun akan melewati bulan Ramadan.

“Minggu depan sudah bulan puasa ya, tapi itu kita tetap akan bekerja semaksimal mungkin ya. Kami harapkan nanti di bulan ya di bulan Maret juga ada di bulan April juga ada,” kata Rosan di Kantor Danantara Indonesia, Jumat (6/2).

Dengan demikian groundbreaking proyek hilirisasi ini akan dilakukan secara berkesinambungan. Pada hari ini, Jumat (6/2) Danantara juga melakukan groundbreaking untuk 6 proyek hilirisasi dengan total investasi sebesar USD 7 miliar.

Rosan juga memastikan pembangunan sederet proyek hilirisasi fase 2 akan berjalan dengan baik sesuai dengan rencana.

Terhambat Teknologi, Proyek DME Baru Akan Dimulai Bulan Depan

Chief of Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menuturkan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) akan dimulai 1-2 bulan ke depan.

“Berkaitan dengan DME insyaallah mudah-mudahan yang DME akan segera kita announce dalam 1-2 bulan ini mungkin 1 bulan ya 1 bulan ini akan kita announce mengenai ground breaking untuk DME di Bukit Asam,” kata Dony dalam kesempatan yang sama.

Dony mengungkapkan Danantara akan melakukan kajian yang sangat mendetail untuk menentukan teknologi yang akan dipakai dalam proyek tersebut.

Menurut Dony, teknologi yang digunakan nantinya akan berdampak pada hasil produksi dari proyek tersebut. Dengan demikian teknologi ini juga mempengaruhi kemampuan produk dalam berdaya saing di pasar.

“Kita tidak mau nanti output gasnya itu tidak kompetitif dan akhirnya tidak diserapi oleh pasar,” jelas Dony.

Sebelumnya PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memastikan proyek hilirisasi batu bara menjadi gas tersebut akan dimulai mulai 2026.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, pada Oktober 2025 lalu mengatakan PTBA sudah mulai lebih serius mendorong hilirisasi batu bara, termasuk proyek coal to DME.

"Semoga kalau tidak ada halangan, saya kira tahun depan sudah bisa mulai. Secara teknologi tidak ada isu, secara cadangan tidak ada isu," ungkapnya saat HIPMI–Danantara Business Forum 2025, Senin (20/10).

Proyek hilirisasi batu bara sempat dijajaki PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan Air Products and Chemicals Inc, sejak 2018. Namun pada Maret 2023, perusahaan AS itu memilih mundur.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Warga DIY Cerita Detik-Detik Kepanikan Saat Gempa Pacitan M 6,4
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menperin Ingin Insentif Mobil Listrik Berlanjut, Ini Kata Purbaya
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Dirut-Komisaris Dana Syariah Indonesia Dicegah ke Luar Negeri
• 13 jam laludetik.com
thumb
PNM dan BRI Perkuat Ekosistem Ultra Mikro, Begini Cerita Nasabah Mekaar yang Berhasil Naik Kelas
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Kunjungan Ditjen Penataan Agraria Soroti Inovasi Pertanian Al Markaz
• 14 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.