GenPI.co - Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam merespons pernyataan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin yang menyebut akan ada pencopotan direksi bank-bank Himbara.
Politikus PDIP itu menilai pernyataan Sjafrie Sjamsoeddin tersebut, di luar tugas dan wewenang seorang Menteri Pertahanan.
“Pernyataan itu, menimbulkan kegaduhan dan berpotensi mengganggu stabilitas kerja BUMN,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (6/2).
Dia pun mempertanyakan kapasitas Sjafrie Sjamsoeddin dalam menyampaikan informasi tersebut.
“Apa kapasitas maupun kewenangan Menteri Pertahanan mengeluarkan pernyataan tersebut. Itu bukan ranah Kemenhan,” ujarnya.
Mufti mendorong pemerintah melakukan evaluasi internal, terkait sejumlah pejabat yang bicara di luar tugas pokok dan fungsi.
Dia menilai, jika ada perombakan direksi di bank-bank Himbara, maka perlu dijelaskan secara objektif.
“Kinerja sejumlah bank Himbara hingga 2025, secara umum positif. Permodalan kuat, tingkat kredit bermasalah (NPL) terjaga, dan laba bersih tetap stabil,” ucapnya.
Sebelumnya, Sjafrie menyebut Presiden Prabowo Subianto akan merombak jajaran direksi Bank Himbaran yang dinilai merugikan negara.
Perombakan tersebut dilakukan, supaya bank milik negara bekerja lebih efektif dalam menguatkan kedaulatan ekonomi. (jpnn)
Lihat video seru ini:




