Jakarta (ANTARA) - Cafe Jamu Indonesia dengan mengusung konsep "Jamu Experience Cafe" ingin mengajak para pengunjung untuk memahami filosofi jamu tentang doa, kesehatan dan pengetahuan lintas generasi sekaligus menikmati inovasi yang dikemas dengan selera masa kini.
"Indonesia memiliki sekitar 18 ribu jenis jamu dan lebih dari 600 ribu ragam kuliner tradisional sebuah lanskap pengetahuan lokal yang mencerminkan jati diri bangsa. Di balik angka-angka itu, tersimpan peluang besar untuk kesehatan masyarakat dan daya saing ekonomi berbasis budaya," kata Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.
Dalam peresmian kafe yang digelar di Pantai Indah Kapuk (PIK 2), Jakarta, Rabu (4/2), Taruna menyampaikan bahwa jamu tidak pernah menjadi sebuah hal yang dapat membuat nostalgia, tetapi juga jembatan untuk menyampaikan warisan pengetahuan, kekayaan biodiversitas, sekaligus potensi ekonomi kreatif yang belum sepenuhnya digarap.
Generasi muda dapat menikmatinya dengan berkunjung ke kafe yang menghadirkan jamu di dalam sebuah ruang yang estetis, narasi yang informatif, dan produk yang dirancang mengikuti ritme hidup modern.
Baca juga: Jamu beras kencur, berkhasiat alami untuk kesehatan dan kebugaran
Menurutnya, langkah untuk mengedukasi masyarakat melalui konsep kafe dan mengembangkan jamu secara bertanggung jawab merupakan langkah yang baik. Bagi dia, inovasi berbasis bahan alam hanya akan bermakna jika tetap mengedepankan keamanan dan mutu.
Pemerintah melalui BPOM mendorong penguatan pengawasan obat tradisional agar jamu Indonesia siap debut di kancah global. Dalam konteks ini, jamu diposisikan bukan hanya sebagai produk kesehatan, tetapi juga sebagai duta budaya dan ekonomi kreatif Indonesia.
Taruna juga berkomitmen memberantas peredaran jamu ilegal produk tanpa izin edar atau yang mengandung bahan kimia berbahaya, serta mendorong integrasi jamu dan obat tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional.
Ia menilai Indonesia dapat belajar dari negara seperti China dan India yang berhasil mengintegrasikan pengobatan tradisional ke layanan kesehatan modern, tanpa mengorbankan aspek keamanan dan efektivitas.
Baca juga: Pertama di Indonesia, Menko PMK resmikan Cafe Jamu di Sukoharjo
Founder & Director PT Acaraki Nusantara Persada (acaraki) Jony Yuwono menambahkan bahwa pendirian kafe menjadi bagian dari komitmen jangka panjang
"Jamu dihadirkan bukan untuk menggantikan tradisi, melainkan mendekatkannya kembali ke keseharian masyarakat terutama generasi muda yang tumbuh di tengah arus globalisasi dan budaya populer," kata dia.
Di tempat itu diperkenalkan Acaraki Jamu Capsule alternatif konsumsi jamu yang lebih praktis bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi.
Terdapat tiga varian yang dapat dicoba yakni Turmeric, Shades of Gold, dan All About Ginger. Ketiganya diluncurkan sebagai pelengkap, bukan pengganti jamu seduh.
Inovasi itu membawa pesan bahwa modernisasi tidak harus memutus akar, tetapi menjadi jembatan agar tradisi tetap hidup.
Baca juga: Kementerian Ekonomi Kreatif dorong inovasi produk jamu
Baca juga: Jamu 6.0: kolaborasi tradisi dan teknologi
Baca juga: BPOM tegaskan jamu sebagai simbol masa depan kesehatan bangsa
"Indonesia memiliki sekitar 18 ribu jenis jamu dan lebih dari 600 ribu ragam kuliner tradisional sebuah lanskap pengetahuan lokal yang mencerminkan jati diri bangsa. Di balik angka-angka itu, tersimpan peluang besar untuk kesehatan masyarakat dan daya saing ekonomi berbasis budaya," kata Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.
Dalam peresmian kafe yang digelar di Pantai Indah Kapuk (PIK 2), Jakarta, Rabu (4/2), Taruna menyampaikan bahwa jamu tidak pernah menjadi sebuah hal yang dapat membuat nostalgia, tetapi juga jembatan untuk menyampaikan warisan pengetahuan, kekayaan biodiversitas, sekaligus potensi ekonomi kreatif yang belum sepenuhnya digarap.
Generasi muda dapat menikmatinya dengan berkunjung ke kafe yang menghadirkan jamu di dalam sebuah ruang yang estetis, narasi yang informatif, dan produk yang dirancang mengikuti ritme hidup modern.
Baca juga: Jamu beras kencur, berkhasiat alami untuk kesehatan dan kebugaran
Menurutnya, langkah untuk mengedukasi masyarakat melalui konsep kafe dan mengembangkan jamu secara bertanggung jawab merupakan langkah yang baik. Bagi dia, inovasi berbasis bahan alam hanya akan bermakna jika tetap mengedepankan keamanan dan mutu.
Pemerintah melalui BPOM mendorong penguatan pengawasan obat tradisional agar jamu Indonesia siap debut di kancah global. Dalam konteks ini, jamu diposisikan bukan hanya sebagai produk kesehatan, tetapi juga sebagai duta budaya dan ekonomi kreatif Indonesia.
Taruna juga berkomitmen memberantas peredaran jamu ilegal produk tanpa izin edar atau yang mengandung bahan kimia berbahaya, serta mendorong integrasi jamu dan obat tradisional ke dalam sistem kesehatan nasional.
Ia menilai Indonesia dapat belajar dari negara seperti China dan India yang berhasil mengintegrasikan pengobatan tradisional ke layanan kesehatan modern, tanpa mengorbankan aspek keamanan dan efektivitas.
Baca juga: Pertama di Indonesia, Menko PMK resmikan Cafe Jamu di Sukoharjo
Founder & Director PT Acaraki Nusantara Persada (acaraki) Jony Yuwono menambahkan bahwa pendirian kafe menjadi bagian dari komitmen jangka panjang
"Jamu dihadirkan bukan untuk menggantikan tradisi, melainkan mendekatkannya kembali ke keseharian masyarakat terutama generasi muda yang tumbuh di tengah arus globalisasi dan budaya populer," kata dia.
Di tempat itu diperkenalkan Acaraki Jamu Capsule alternatif konsumsi jamu yang lebih praktis bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi.
Terdapat tiga varian yang dapat dicoba yakni Turmeric, Shades of Gold, dan All About Ginger. Ketiganya diluncurkan sebagai pelengkap, bukan pengganti jamu seduh.
Inovasi itu membawa pesan bahwa modernisasi tidak harus memutus akar, tetapi menjadi jembatan agar tradisi tetap hidup.
Baca juga: Kementerian Ekonomi Kreatif dorong inovasi produk jamu
Baca juga: Jamu 6.0: kolaborasi tradisi dan teknologi
Baca juga: BPOM tegaskan jamu sebagai simbol masa depan kesehatan bangsa

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494266/original/034296100_1770282462-Persib_Bandung_Vs_Malut_United.jpg)



