Pantau - Uni Afrika mengecam keras serangan teroris yang terjadi di wilayah barat Nigeria yang menewaskan lebih dari 160 warga sipil dalam aksi kekerasan yang mengguncang Negara Bagian Kwara.
Kecaman tersebut disampaikan Ketua Komisi Uni Afrika Mahmoud Ali Youssouf melalui pernyataan resmi yang diunggah layanan pers Uni Afrika di platform X pada Kamis, 5 Februari.
Serangan itu dilakukan kelompok militan pada Selasa malam sekitar pukul 19.00 waktu setempat di desa Woro dan Nuku, Negara Bagian Kwara.
Pada hari berikutnya, Palang Merah melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan tersebut mencapai 162 orang.
Dalam pernyataannya, Mahmoud Ali Youssouf menyatakan bahwa "Ketua Komisi mengecam dengan sekeras-kerasnya tindakan keji dan biadab ini, yang merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia serta serangan yang tidak dapat diterima terhadap perdamaian dan keamanan," ungkapnya.
Mahmoud Ali Youssouf juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban yang terdampak serangan tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi mata, para pelaku awalnya berusaha menyebarkan ajaran Islam radikal kepada warga setempat.
Kelompok militan itu juga membujuk warga agar menolak konstitusi Nigeria.
Setelah ajakan mereka ditolak oleh warga desa, para pelaku kemudian melakukan penembakan secara membabi buta.
Pihak berwenang setempat menyatakan masih terdapat sejumlah warga yang keberadaannya belum diketahui hingga saat ini.
Warga yang hilang tersebut diduga melarikan diri ke berbagai arah saat serangan berlangsung.
Uni Afrika menegaskan sikapnya yang menentang segala bentuk terorisme dan ekstremisme di kawasan Afrika.
Peristiwa ini kembali menyoroti masalah keamanan serta ancaman kelompok bersenjata di sejumlah wilayah Nigeria.




