Kepolisian Norwegia memulai penyelidikan terhadap mantan Perdana Menteri (PM) Thorbjørn Jagland terkait dugaan korupsi berat. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan keterlibatan Jagland dengan pelaku pelecehan seksual Jeffrey Epstein.
Keterangan itu disampaikan kepolisian Norwegia pada Kamis (5/2). Saat ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Norwegia tengah memulai proses pencabutan kekebalan Jagland.
Jagland memperoleh kekebalan karena pernah mengepalai organisasi internasional. Kemlu Norwegia menyebut pencabutan kekebalan itu bertujuan untuk memperlancar proses investigasi.
“Ada alasan yang masuk akal untuk melakukan penyelidikan, mengingat ia memegang posisi sebagai ketua Komite Nobel dan Sekretaris Jenderal Dewan Eropa selama periode yang tercakup dalam dokumen yang dirilis,” kata salah seorang direktur kepolisian Norwegia, Økokrim, Pål K. Lønseth, seperti dikutip dari Reuters.
“Antara lain, Økokrim akan menyelidiki apakah ada hadiah, perjalanan, dan pinjaman yang diterima sehubungan dengan jabatannya,” tambah pernyataan tersebut.
Jagland pernah menjabat sebagai PM Norwegia pada 1996–1997 dan Sekretaris Jenderal Dewan Eropa pada 2009–2019. Antara Januari 2009 hingga Maret 2015, ia juga memimpin komite yang memilih penerima Hadiah Nobel Perdamaian.
Sementara itu, menurut surat kabar Norwegia VG, Jagland memiliki kontak yang luas dengan Epstein. Media tersebut mengutip dokumen terbaru yang dirilis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat terkait Epstein.
VG melaporkan Jagland pernah meminta bantuan keuangan kepada Epstein untuk membeli sebuah apartemen.
Merujuk pada dokumen AS, Jagland juga disebut pernah tinggal bersama Epstein di apartemennya di New York pada 2018, serta di Paris pada periode 2015 hingga 2018.
Adapun saat diwawancarai kantor berita AFP, pengacara Jagland, Anders Brosveet, menyatakan kliennya tetap tenang dalam menghadapi penyelidikan tersebut.





