CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Juda Agung akhirnya dilantik Presiden Prabowo Subianto untuk posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) mendampingi Purbaya Yudhi Sadewa, Kamis (5/2/2026) di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pelantikan itu menjawab kontroversi sebelumnya tentang pengunduran diri Juda sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia dan isu tukar guling jabatan dengan keponakan Presiden Prabowo Thomas Djiwandono.
Sebelum dilantik, Juda Agung memang sudah disebut Purbaya sebagai calon kuat Wamenkeu menggantikan Thomas Djiwandono, keponakan Prabowo.
Sementara Thomas telah terpilih DPR menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), jabatan yang ditinggalkan Juda Agung usai mengundurkan diri sejak 13 Januari.
Proses fit and profer test di DPR RI pun banyak dikritik publik karena dua calon lainnya yang diajukan pemerintah dinilai jauh lebih kompeten di bidang moneter dibandingkan Thomas yang bahkan dia akui sendiri minim pengalaman moneter.
Selain keponakan Prabowo, ayah Thomas, Soedradjad Djiwandono adalah mantan Gubernur Bank Indonesia, dan mantan menteri kabinet era Presiden Soeharto. Ibu Thomas, istri Soedradjad merupakan kakak kandung Prabowo.
Usai dilantik di Istana Negara, Juda pun buka-bukaan alasan mundur dari jabatan Deputi Gubernur BI.
"Ya memang ketika saya menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, saya kemudian ditugaskan untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan, sehingga ketika itu saya mengundurkan diri, dan sekarang sudah dilantik," kata Juda Agung di di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/2/2026), dikutip Detik.
Dia kembali menegaskan alasannya mundur karena ditugaskan menjadi Wamenkeu, dan tidak mungkin jabatan tersebut dirangkap. Namun tidak.menyebutkan secara eksplisit pemberi tugas.
"Alasan pengunduran diri jelas karena saya ditugaskan untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan, tentu saja tidak bisa merangkap sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dua otoritas berbeda," tambah Juda Agung.
Posisi Juda Agung dan Thomas Djiwandono banyak dianggap tukar guling. Sebab keduanya hanya bertukar jabatan saja, Thomas mengisi jabatan Deputi Gubernur BI yang ditinggalkan Juda, dan sebaliknya Juda mengisi jabatan Wamenkeu yang ditinggalkan Thomas.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun buka suara merespons anggapan tersebut. Dia mengakui posisi Juda dan Thomas ditukar.
Juda kini akan mengisi tugas Thomas di Kementerian Keuangan yaitu melakukan pengelolaan di sektor finansial dan kebijakan keuangan global.
"Pak Juda tugasnya akan menggantikan Pak Thomas. Jadi kan seperti switch ya," ungkap Purbaya.
Tapi ketika ditegaskan kembali soal tukar guling, Purbaya langsung menepis. Menurut Purbaya kebetulan saja kemampuan Juda cocok untuk menggantikan tugas yang ditinggalkan Thomas.
Maka dari itu ketika Thomas berpindah posisi. Dia langsung menerima Juda untuk bergabung dalam tim kepemimpinannya di Kemenkeu.
"Bukan tukar guling, kebetulan aja kemampuan Pak Juda bisa menggantikan Pak Thomas jadi ditaruh disitu daripada saya pusing-pusing cari," ujar Purbaya.
Ketika ditanya apakah ada konsultasi dari pemerintah sebelum Juda masuk Kementerian Keuangan, Purbaya cuma bilang masuknya Juda dikarenakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto yang dapat mengangkat dan menurunkan menteri ataupun wakil menteri dalam kabinet. "Kalau itu kan hak prerogatif presiden, saya ikut aja," tegas Purbaya.



