Ibunda Keisya Levronka, Levi Leonita Davies, kembali buka suara usai pihak Universitas Tarumanagara memberikan klarifikasi terkait insiden yang dialami oleh adik Keisya, Lexi Valleno Havlenda.
Dalam keterangan resminya, pihak Untar mengatakan bahwa mereka telah membuka ruang dialog dengan keluarga Keisya dan menyampaikan kesediaan untuk memberikan bantuan secara proporsional.
"Namun, hingga saat ini belum tercapai kesepakatan karena belum adanya titik temu dari kedua pihak terkait permintaan keluarga dan cakupan dukungan yang dapat dipenuhi Untar," ungkap Humas Universitas Tarumanagara.
Menanggapi pernyataan itu, Levi menegaskan bahwa uang tidak akan mengubah kondisi sang putra yang sampai saat ini masih melakukan rawat jalan dan terapi syaraf.
"Kita bukan sedang transaksi jual beli, sudah seharusnya tidak ada tawar menawar," ujarnya dalam postingan di IG Story, Kamis (5/2).
Levi mengatakan bahwa ia sedang tidak mencari keuntungan dari kondisi yang dialami putranya saat ini. Pihaknya hanya meminta Untar untuk mengcover semua biaya pengobatan sesuai dengan tagihan yang sudah maupun sedang berjalan.
"Semua tagihan terlampir. Masuk akal kan kalau permintaan saya hanya mengcover semua biaya pengobatan hingga anak saya pulih. Sesuai tagihan baik yang sudah dikeluarkan maupun yang sedang berjalan," pungkasnya.
Sebelumnya, Levi Leonita Davies mengungkapkan kronologi putranya, Lexi Valleno Havlenda, yang jatuh saat menjalani kegiatan di kampusnya. Lewat akun Instagram pribadinya, Levi mengungkapkan bahwa anaknya tergabung dalam organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam.
Lexi mengikuti kegiatan latihan caving yang dilakukan di gedung kampus. Dalam kegiatan tersebut, putranya terjatuh dari lantai 6 gedung kampus karena pengaitnya terlepas.
"Dan langsung dilarikan ke RS terdekat yang masih satu yayasan dengan kampus. Shock setelah dengar cerita bahwa ternyata untuk penanganan pertamanya saja sudah salah. Bayangkan anak saya yang jatuh dari Iantai 6 gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taxi online) dan ditidurkan lagi di taxi online," ujar Levi.
Levi mengaku heran dan mempertanyakan kesalahan prosedur penanganan terhadap putranya kala itu. Levi merasa jika prosedur penanganan dilakukan dengan semestinya, cedera yang dialami sang putra tidak akan sefatal saat ini.





