Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan dari sektor jasa keuangan terhadap program prioritas pemerintah sepanjang tahun 2025, terutama program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan kontribusi pembiayaan pembangunan oleh lembaga jasa keuangan sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 9.543 triliun.
Friderica menuturkan, capaian selama tahun lalu meliputi pertumbuhan kredit perbankan sebesar 9,53 persen, indikator likuiditas profil risiko dan solvabilitas industri jasa keuangan terpantu solid, mengindikasikan kapasitas yang besar untuk melanjutkan pembiayaan pembangunan dari sektor keuangan.
"Dalam mendukung pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih dapat kami sampaikan bahwa per Desember tahun 2025 telah disalurkan pembiayaan sebesar Rp 149 triliun sebagai pembiayaan awal untuk pembangunan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia," ungkapnya saat Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026, dikutip Jumat (6/2).
Sementara untuk program MBG, pembiayaan juga telah disalurkan kepada masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG mencapai 952 unit hingga akhir 2025.
"Untuk program Makan Bergizi gratis telah disalurkan pembiayaan oleh sektor jasa keuangan untuk mendukung ekosistem MBG kepada 952 SPPG dengan nilai lebih dari Rp 1 triliun," kata Friderica.
Di samping itu, OJK bersama dengan pemerintah juga memperkuat sistem kesehatan nasional melalui penguatan ekosistem asuransi kesehatan. Saat ini, jumlah pemegang polis asuransi kesehatan mencapai 21 juta dengan pembiayaan premi mencapai Rp 43,85 triliun.
Friderica juga menambahkan, OJK memberi dukungan restrukturisasi bagi UMKM yang terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
"OJK telah mengeluarkan kebijakan pemberian perlakuan khusus atas kredit atau pembiayaan kepada debitur yang terkena musibah atau dapat bencana untuk 3 tahun ke depan. Lebih dari 237 ribu nasabah telah diberikan restrukturisasi dengan nominal sebesar Rp 12,58 triliun," jelasnya.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5109360/original/096914700_1737819482-IMG_20250125_174616.jpg)


