Ancaman Siber Kian Kompleks, Diskominfotik NTB Percepat Pembentukan Tim Tanggap Insiden

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ambi

TVRINews, Kota Mataram

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan perlunya penguatan keamanan sistem digital pemerintahan seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi di lingkungan birokrasi. 

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia dan percepatan pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber di daerah.

Kepala Diskominfotik NTB, Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa transformasi digital membawa konsekuensi terhadap meningkatnya risiko dan kompleksitas ancaman siber. 

Oleh karena itu, tata kelola keamanan informasi harus menjadi perhatian sejak tahap perencanaan hingga operasional sistem.

“Keamanan informasi tidak bisa dibangun secara parsial. Sistem pengamanan harus terstruktur, adaptif, dan berkelanjutan. Peran persandian menjadi sangat strategis dalam menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data pemerintah,” ujar Ahsanul Khalik, Jumat, 6 Februari 2026

Menurutnya, sistem digital yang aman dan terpercaya merupakan fondasi utama dalam mewujudkan NTB Smart Government. Namun, kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan kualitas dan integritas aparatur yang mengelolanya.

“Teknologi yang baik harus didukung oleh integritas sumber daya manusia. Tanpa itu, sistem keamanan yang dibangun tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfotik NTB, Safrudin, menekankan pentingnya percepatan pembentukan dan registrasi Tim Tanggap Insiden Siber di seluruh kabupaten dan kota di NTB. 

Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi gangguan siber.

“Kami menargetkan pada tahun 2026 seluruh kabupaten dan kota sudah memiliki tim tanggap insiden yang terregistrasi. Selain itu, akan disepakati pelaksanaan audit keamanan informasi yang didampingi oleh Diskominfotik Provinsi sesuai arahan Badan Siber dan Sandi Negara,” jelas Safrudin.

Melalui koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta BSSN, Pemerintah Provinsi NTB berharap dapat membangun ekosistem digital pemerintahan yang aman dan andal. 

Upaya ini diharapkan mampu mendukung tata kelola pemerintahan berbasis teknologi yang terpercaya dan berkelanjutan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga BTC Hari Ini Terjun Bebas, Investor Beralih ke Emas yang Terus Cetak Rekor
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Layanan Bypass Jantung Minimal Invasif Tembus 100 Tindakan
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Kemensos Targetkan 400 Ribu Lansia dan 36 Ribu Disabilitas Terima Makan Bergizi Gratis Tahun Ini
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Menkop Sebut Pembuatan Genteng Bisa Jadi Pilihan Kegiatan Usaha Kopdes
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wamendikdasmen Ungkap Penyebab Siswa SD Ngada Bunuh Diri Masalahnya Kompleks
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.