Baru-baru ini, sebuah keluarga di Zhengzhou, Provinsi Henan, Tiongkok menggelar acara kumpul keluarga. Demi menghibur bayi, seorang anggota keluarga lanjut usia menggunakan sumpit yang dicelupkan ke dalam arak putih untuk diberikan kepada bayi berusia 5 bulan. Meski jumlahnya tidak banyak, tindakan tersebut menyebabkan kerusakan hati serius pada bayi dan hampir berujung pada gagal hati. Peristiwa ini pun menarik perhatian luas.
EtIndonesia. Menurut laporan sejumlah media di daratan Tiongkok, Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Pengobatan Tradisional Tiongkok Henan baru-baru ini menerima seorang bayi berusia 5 bulan yang mengalami kerusakan hati akut akibat konsumsi alkohol.
Orang tua bayi menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula dari sebuah acara kumpul keluarga. Demi menghibur anak, seorang lansia dalam keluarga beberapa kali mencelupkan sumpit ke dalam arak putih dan membiarkan bayi mencicipinya.
Setelah itu, bayi menunjukkan gejala tidak normal seperti sering mengantuk, penurunan aktivitas, dan kulit menguning, sehingga segera dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa.
Hasil diagnosis dokter menunjukkan bahwa fungsi hati bayi mengalami kerusakan parah dan sudah mendekati kondisi gagal hati. Keadaannya sangat kritis. Bayi tersebut langsung dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU) dan baru berhasil diselamatkan setelah mendapatkan penanganan darurat tepat waktu.
Dokter memperingatkan bahwa organ-organ tubuh bayi dan anak kecil masih dalam tahap perkembangan, sehingga sangat rapuh. Terutama alkohol, bagi anak kecil, ibarat racun yang secara langsung merusak sistem saraf yang sedang berkembang pesat dan sangat berbahaya.
Selain itu, kemampuan hati bayi dalam memetabolisme alkohol hanya sekitar sepertiga dari orang dewasa. Hanya 50 mililiter bir saja sudah cukup membuat kadar alkohol dalam darah bayi melebihi ambang batas.
Jika asupan alkohol jauh melampaui kemampuan metabolisme anak, hal ini dapat menyebabkan keracunan alkohol akut, kerusakan saraf, mempengaruhi perkembangan otak, dan dalam kasus berat bahkan dapat menyebabkan kematian.
Faktanya, perilaku “memberi anak kecil minum alkohol” bukanlah kejadian pertama di daratan Tiongkok. Di masyarakat beredar anggapan bahwa hal tersebut dapat “melatih toleransi minum alkohol sejak kecil”. Namun, pandangan ini memicu perdebatan luas di kalangan warganet Tiongkok.
Sebagian netizen berkomentar, “Orang tua zaman dulu paling suka melakukan hal seperti ini, entah kenapa.” Ada juga yang berkata, “Kami yang lahir tahun 70-an waktu kecil juga mengalami hal seperti ini, dan tidak apa-apa.”
Namun, ada pula netizen yang berpendapat, “Dulu alkohol benar-benar dari bahan alami, sekarang kebanyakan hasil campuran, mana bisa disamakan.”
Ada juga yang mengatakan, “Masalahnya mungkin bukan hanya alkohol. Lansia itu menggunakan sumpit yang biasa ia pakai sendiri. Bisa jadi lansia tersebut memiliki penyakit hati.” Ada pula yang menambahkan, “Sebenarnya tubuh lansia mengandung banyak virus dan bakteri, sebaiknya menghindari kontak langsung dengan bayi.”
Menjelang Tahun Baru Imlek di Tiongkok, acara kumpul keluarga seringkali disertai konsumsi alkohol berlebihan, bahkan terkadang melibatkan anak-anak. Dokter mengingatkan agar jangan sekali-kali menggunakan alasan “melatih toleransi alkohol sejak kecil” untuk membiarkan bayi atau balita bersentuhan dengan alkohol.
Jika ditemukan anak yang tidak sengaja meminum alkohol atau minum berlebihan, dokter menyarankan orang tua untuk mengambil langkah pertolongan pertama berikut:
- Memberikan susu murni atau putih telur untuk membentuk lapisan pelindung di lambung dan mengurangi penyerapan alkohol;
- Memberikan air putih atau bubur encer secukupnya untuk membantu mengencerkan alkohol dan mempercepat metabolisme;
- Jika diperlukan, upayakan muntah dalam waktu 30 menit setelah tertelan dan ketika anak masih sadar, namun harus memastikan saluran pernapasan tetap terbuka untuk mencegah tersedak.
Editor: Wen Bin



