REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026, tren belanja masyarakat Indonesia menunjukkan arah yang semakin matang dan merata. Tidak lagi terpusat di Pulau Jawa atau kota-kota besar, aktivitas konsumsi rumah tangga kini menguat hingga daerah tier 2 dan tier 3, seiring dengan pola belanja yang lebih terencana dan berorientasi kebutuhan.
Fenomena tersebut dicermati MR.D.I.Y. Indonesia sebagai bagian dari konsistensi pertumbuhan belanja konsumen sepanjang 2025. Peritel perlengkapan rumah tangga ini mencatat penguatan tren belanja tidak hanya di wilayah urban Jawa, tetapi juga di luar Jawa, termasuk kawasan Indonesia Timur.
- Belanja Ramadhan Lebih Hemat: Pemprov DKI Obral Insentif Pajak Demi Banjir Diskon di Jakarta
- Pusat Perbelanjaan Manfaatkan Momen Imlek Dongkrak Trafik Pengunjung dan Transaksi
- Indef: Belanja Negara Perlu Dipercepat untuk Tingkatkan Kredit Bank
Sepanjang 2025, MR.D.I.Y. Indonesia membuka lebih dari 270 toko baru di berbagai daerah. Ekspansi ini menjangkau ratusan kota tier 2 dan tier 3, termasuk peresmian toko ke-1.200 di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Perluasan jaringan tersebut dinilai berkontribusi terhadap pemerataan akses ritel modern dan pemenuhan kebutuhan rumah tangga masyarakat.
Presiden Direktur MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, mengatakan bahwa tren belanja yang semakin merata mencerminkan perubahan positif dalam lanskap ritel nasional.
.rec-desc {padding: 7px !important;}“Permintaan yang semakin merata di berbagai wilayah menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia kini memiliki kebutuhan dan ekspektasi yang semakin serupa terhadap produk rumah tangga yang fungsional dan bernilai. Kami berupaya memastikan setiap keluarga, di mana pun berada, dapat mengakses solusi kebutuhan rumah tangga yang relevan dan terjangkau,” ujar Edwin, dikutip dari siaran pers, Jumat (6/2/2026).
Memasuki Ramadhan 2026, MR.D.I.Y. Indonesia memproyeksikan peningkatan aktivitas belanja, terutama untuk produk penunjang kebutuhan rumah tangga, perlengkapan dapur, serta item yang mendukung momen kebersamaan keluarga. Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, belanja Ramadhan kali ini diperkirakan dilakukan lebih awal dan lebih terukur.
Konsumen dinilai semakin bijak dalam mengelola pengeluaran, dengan memanfaatkan promo bernilai dan memilih produk yang memiliki fungsi jangka panjang. Pola ini mencerminkan upaya masyarakat menjaga daya beli di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
“Belanja Ramadhan tetap tumbuh, tetapi lebih terencana. Konsumen tidak lagi impulsif, melainkan mempertimbangkan fungsi, relevansi, dan fleksibilitas produk,” kata Edwin.
Sepanjang 2025, preferensi konsumen terlihat jelas dari produk-produk yang mendominasi penjualan MR.D.I.Y. Indonesia. Lima produk terlaris tercatat berasal dari kategori kebutuhan sehari-hari dan produk multifungsi, yakni dispenser sabun, payung lipat otomatis, boneka bantal kucing O.O Meow, jepit rambut, serta meja lipat.
MR.D.I.Y. menilai dominasi produk-produk tersebut menunjukkan bahwa konsumen lintas daerah kini memprioritaskan barang yang fungsional, serbaguna, dan relevan dengan aktivitas harian.
Ke depan, pola belanja masyarakat diperkirakan akan semakin rasional dan berorientasi kebutuhan esensial, tidak terbatas pada momentum promosi atau musim perayaan semata. Belanja dilakukan secara konsisten dalam siklus rutin, dengan fokus pada nilai guna dan efisiensi.
“Kami melihat konsumen semakin bijak. Prioritas pemenuhan kebutuhan rumah tangga kini dibarengi pertimbangan fungsi dan harga. Keterjangkauan produk MR.D.I.Y. mendukung konsumen untuk berbelanja lebih efisien, sehingga anggaran dapat dialokasikan untuk kebutuhan primer lainnya,” ujar Edwin.


