FAJAR, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)/Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) akan tetap dilaksanakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kecamatan Manggala, sesuai arahan pemerintah pusat dan aspirasi masyarakat.
“Ini kami telah mendengarkan arahan langsung dari pemerintah pusat, Bapak Menko Pangan, serta mendengarkan aspirasi masyarakat dengan mempertimbangkan aspek teknis, sosial, dan efisiensi anggaran,” ujarnya.
Menurut Munafri, pembangunan PSEL di TPA Antang jauh lebih efektif dibandingkan memindahkan lokasi ke kawasan lain. Selain tidak menimbulkan biaya tambahan, lokasi tersebut telah lama digunakan sebagai tempat pembuangan akhir sampah.
“Kalau menurut saya, lebih bagus dibangun di sini. Kita tidak ada ongkos lagi, tidak ada biaya tambahan, karena ini memang sudah menjadi lokasi TPA sejak lama,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan PSEL di TPA Antang juga membuka peluang keterlibatan masyarakat sekitar dalam pengelolaan sampah. Selain itu, alur distribusi dan pengangkutan sampah sudah terbentuk dengan baik.
“Kalau di sini, masyarakat sekitar juga bisa ikut terlibat. Sampah sudah memang cepat masuk ke sini. Sementara kalau di Tamalanrea, itu harus dimulai dari awal dan aksesnya masuk ke kawasan permukiman warga,” tuturnya.
Munafri juga mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar telah melakukan pembebasan lahan tambahan sekitar empat hektare di bagian belakang TPA Antang dan menargetkan penambahan hingga tiga hektare lagi. Proyek PSEL sendiri membutuhkan lahan sekitar lima hingga tujuh hektare.
“Sekarang kita sudah membebaskan sekitar empat hektare. Tinggal menyelesaikan pembebasan tambahan karena masih ada alas hak yang belum bersertipikat,” jelasnya.
Menindaklanjuti arahan Menko Pangan, Munafri memastikan seluruh proses akan dimulai kembali dari awal, termasuk re-tender proyek.
“Kami berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Kita pastikan semuanya dimulai dari nol, dari tender awal atau re-tender,” tegasnya.
Ia berharap pembangunan PSEL di TPA Antang dapat menjadi solusi jangka panjang pengelolaan sampah berbasis waste to energy demi mewujudkan Makassar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*/)





