FAJAR, MAKASSAR – Ajang Putra Putri Pelajar Sulawesi Selatan melahirkan banyak sosok muda inspiratif. Salah satunya adalah Aisyah Miraj Satya Wardani, finalis asal Kabupaten Pangkep, yang menekankan pentingnya keberanian untuk terus mencoba dan tidak menyerah dalam meraih mimpi.
Aisyah mengungkapkan, ketertarikannya mengikuti ajang tersebut bermula dari dorongan seorang teman. Awalnya, ia hanya mencoba tanpa ekspektasi besar. Namun, pada keikutsertaan pertamanya, Aisyah belum berhasil lolos sebagai finalis.
Tak berhenti di situ, ia kembali mengikuti ajang serupa pada kesempatan berikutnya. Meski belum berhasil meraih gelar juara dan hanya menjadi perwakilan daerah, pengalaman tersebut justru menjadi titik refleksi bagi dirinya.
“Dari situ saya belajar bahwa hasil tidak akan datang jika kita takut mencoba hal baru,” ujarnya.
Tekad untuk terus berkembang akhirnya membuahkan hasil. Pada ajang selanjutnya, Aisyah berhasil meraih gelar Best Inspiratif. Meski belum menjadi pemenang utama, pencapaian tersebut menjadi peningkatan signifikan dibandingkan pengalaman sebelumnya. Semangat itu pula yang mendorongnya kembali mengikuti ajang Putra Putri Pelajar Sulawesi Selatan hingga akhirnya terpilih sebagai finalis.
Sejak menyandang status finalis, Aisyah merasakan banyak perubahan positif dalam dirinya. Ia mengaku lebih percaya diri serta memiliki lingkungan pergaulan yang semakin luas dengan relasi-relasi baru yang positif dan bermanfaat.
Ke depan, Aisyah memiliki harapan sederhana namun bermakna. Ia ingin terus menjadi pribadi yang lebih baik dari dirinya di masa lalu. Baginya, menjadi lebih baik bukan tentang melampaui orang lain, melainkan tentang perkembangan diri secara berkelanjutan.
Kepada generasi muda, Aisyah menyampaikan pesan singkat namun kuat: teruslah mencoba. Menurutnya, keberanian untuk melangkah dan ketekunan dalam proses merupakan kunci utama menuju keberhasilan.
Kisah Aisyah menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian penting dalam proses meraih mimpi.
Penulis: Salsabila
Magang FAJAR, Universitas Hasanuddin




