Jakarta, VIVA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas tragedi yang terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa tersebut menyita perhatian publik setelah seorang anak diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan ekonomi keluarga dan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar pendidikan, seperti alat tulis sekolah. Tragedi ini dinilai sebagai sinyal serius bahwa masih ada kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya tersentuh oleh program bantuan negara.
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa kejadian memilukan tersebut tidak boleh dianggap sebagai peristiwa tunggal. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus menekankan pentingnya peran negara untuk hadir lebih cepat dalam menjangkau masyarakat rentan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat agar negara hadir lebih cepat dan lebih nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Wakapolri.
Menurutnya, tragedi di NTT harus menjadi momentum evaluasi bersama agar berbagai program kesejahteraan yang telah disiapkan pemerintah benar-benar sampai kepada kelompok masyarakat yang berhak. Ia menilai bahwa kebijakan dan anggaran negara sebenarnya telah dirancang secara komprehensif, namun tantangan terbesarnya ada pada pelaksanaan di lapangan.
Wakapolri menjelaskan bahwa Presiden Republik Indonesia telah menyiapkan skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang difokuskan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem. Program tersebut mencakup bantuan sosial, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Pemerintah punya program, siapkan anggaran, dan kita punya semangat gotong royong. Yang harus kita pastikan adalah implementasinya benar-benar menyentuh keluarga-keluarga yang membutuhkan,” ujarnya lagi.
Ia optimistis target nasional menuju nol persen kemiskinan ekstrem dapat tercapai apabila seluruh pihak bekerja secara sinergis dan pengawasan dilakukan secara konsisten hingga tingkat paling bawah.
Lebih lanjut, Wakapolri mengungkapkan bahwa langkah Polri untuk aktif mengawal program kesejahteraan sejalan dengan masukan dari Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan. Menurut pandangan tersebut, Polri memiliki keunggulan berupa jaringan kelembagaan yang menjangkau hingga tingkat desa, sehingga dinilai strategis dalam membantu menyukseskan kebijakan Presiden.



